Hari Ginjal Sedunia, Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Terjadi di Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 612 2375651 hari-ginjal-sedunia-ini-5-fakta-mengejutkan-yang-terjadi-di-indonesia-BZh2o8kPtn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMPERINGATI hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) pada 11 Maret 2021, kita harus memahami bahwa penyakit ginjal kronik (PGK) di Indonesia cukup banyak dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam momentum menyambut Hari Ginjal Sedunia, yuk simak ulasan tentang 5 fakta mengejutkan tentang penyakit ginjal kronik. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Aida Lydia, Ph.D., Sp.PD-KGH, spesialis penyakit dalam sekaligus ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Rabu (10/3/2021).

1 dari 10 orang mengidap penyakit ginjal kronik

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan epidemiologi global. Dari data Kidney Int Rep tahun 2020 disebutkan bahwa 1 dari setiap 10 orang di dunia mengalami penyakit ginjal kronik. Parahnya, 9 dari 10 orang dengan penyakit ini tidak menyadari kalau dirinya sudah jatuh sakit.

“Sekitar sepertiga pasien dengan PGK belum mengetahui benar mengenai penyakitnya dan perjalanan penyakitnya serta modalitas terapi yang ada setelah mengalami penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) atau gagal ginjal terminal," jelasnya.

"Biasanya pasien datang dalam kondisi yang sudah lanjut, di mana fungsi ginjal sudah sangat rendah dan telah terjadi komplikasi akut dari PGK itu sendiri, sehingga pilihan pengobatan yang ditawarkan saat itu juga terbatas,” kata dr. Aida Lydia.

Ginjal

Jumlah kasus baru dan aktif terus meningkat

Dari data Hemodialisis tahun 2017 sampai 2019, dengan perhitungan proyeksi penduduk Indonesia sejumlah 266,9 juta orang. Ada sekitar 258 pasien baru per juta penduduk dan pasien aktif sebanyak 696 orang per juta penduduk. Di tahun 2019, tercatat sudah ada 69.124 orang pasien baru PGK dan pasien aktif PGK sebanyak 185.901 orang.

Beban negara

Di daftar biaya penyakit katastropik yang ditanggung BPJS tahun 2019, dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan yang dirilis Juli 2020. Penyakit ginjal kronik telah menelan biaya sampai Rp2,3triliun. Menjadi beban negara nomor empat, setelah tiga penyakit di atasnya yakni stroke, kanker, dan jantung di posisi pertama dengan menelan Rp10,3triliun.

Angka kematian makin tinggi

Dari data angka kematian GBD 2015 Mortality and Causes of Death Collaborators. Penyakit ginjal kronik semakin tahun semakin naik posisinya sebagai penyakit penyebab kematian populasi di dunia. Grafik di tahun 1990 PGK berada di posisi nomor 25, lalu merangkak naik ke posisi nomor 21 pada 2005, dan pada 2015 melejit naik ke peringkat 17 sebagai penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia.

Proporsi faktor resiko gagal ginjal

Catatan data Riskesdas Kementerian Kesehatan dalam rentang waktu lima tahun, 2013 hingga 2018 menunjukkan ada tiga faktor terkuat penyebab penyakit ginjal kronik. Pertama ialah hipertensi yang di 2013 proporsi angkanya di 25,8 persen lalu naik jadi 34,1 persen di tahun 2018.

Lalu ada diabetes mellitus yang awalnya hanya 6,9 persen lalu naik menjadi 8,5 persen pada 2018. Terakhir ada obesitas, naik dari 15,4 persen menjadi 21,8 persen pada 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini