Pemerintah Pastikan Tidak Temukan Sindikat Vaksin Palsu di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 481 2376103 pemerintah-pastikan-tidak-temukan-sindikat-vaksin-palsu-di-indonesia-Uk6bCqT22P.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH terus berupaya keras memutus mata rantai penularan covid-19 dengan melakukan vaksinasi massal bagi seluruh rakyat Indonesia. Program pemberian vaksin covid-19 sendiri sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 dengan menyasar kelompok rentan sebagai prioritasnya.

Saat ini proses vaksinasi covid-19 berjalan lancar, namun Indonesia menemui sedikit hambatan lantaran ketersediaan vaksin yang belum mencukupi. Seperti diketahui, seluruh negara di dunia berebut mendapatkan vaksin covid-19 secara cepat untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Baca juga: Lokasi Kedua Vaksinasi Drive Thru untuk Lansia Dibuka di Cengkareng 

Tentunya situasi ini dapat meningkatkan potensi munculnya sindikat vaksin palsu di Tanah Air dengan tujuan meraup pundi-pundi rupiah. Namun, apakah hal tersebut benar-benar terjadi?

Merangkum dari unggahan akun Instagram Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) @lawancovid19_id, Kamis (11/3/2021), hingga kini tidak ditemukan sindikat vaksin palsu di Indonesia.

"Interpol membongkar jaringan sindikat vaksin palsu yang berada di China dan Afrika Selatan. Hingga saat ini sindikat vaksin palsu tersebut tidak ditemukan di Indonesia," tulis pernyataan tersebut.

Baca juga: Apa Hubungannya Vaksin Covid-19 dengan Mengantuk? 

Semua pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan melalui skema G to G (goverment to goverment) sehingga terjamin keaslian vaksinnya. Setiap vaksin harus mendapat emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat.

Selain itu, setiap vaksin juga wajib mendapat distribution license number dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini