Jatuh Bangun Franka Soeria, Diremehkan hingga Jadi Pendiri Modest Fashion Week

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 194 2376665 jatuh-bangun-franka-soeria-diremehkan-hingga-jadi-pendiri-modest-fashion-week-tFgEle0D7N.jpg Franka Soeria (Foto : Dokumentasi pribadi Franka Soeria)

Franka Soeria bukan nama baru sejatinya di telinga masyarakat. Sejak belia, dia memulai debutnya sebagai pencipta jingle es krim, lanjut membuat skenario film dan drama teater, seorang jurnalis hingga akhirnya menjadi salah satu 'think tank' industri modest fashion di dunia.

Kehidupan yang keras membuat mentalnya terasah sejak kecil. Sang ayah yang dia sebut cukup diktator memahat karakter kuat dalam diri Franka Soeria. "Kalau naskah belum jadi, ya, enggak boleh main. Masa kecil aku enggak normal banget," curhatnya pada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021).

Franka sadar betul bahwa apa yang ayahnya lakukan semata-mata ingin membangun fondasi masa depan yang baik untuknya. Jarang sekali membantah, ibu dari satu orang anak ini lebih suka ikut arus membawanya ke mana.

Franka Soeria

Sebagai perempuan yang sejak kecil sudah ditatar dengan sangat disiplin, kehidupan dewasa Franka cukup bisa dilalui dengan baik. Ya, meski batu sandungan yang datang acap kali membuatnya menangis.

Sejak menentukan pilihan untuk menetap di Turki, Franka tidak membayangkan bahwa menjadi terlalu baik adalah keputusan yang keliru. Hal itu terjadi kala dirinya membantu orang lain namun berakhir 'dimanfaatkan'.

Ya, selain mengajar dia ternyata memutuskan untuk mengulik lebih dalam industri fashion di Turki. Menebar jaring bisnis ke banyak pengusaha adalah rutinitasnya sehari-hari dalam keadaan hamil.

Franka Soeria

Suatu momen terjadi, Franka nyaris dikuras habis-habisan hartanya oleh pengusaha Turki. Tidak hanya itu, dia dianggap bodoh. Tak hanya sekali, cap negatif itu seperti menempel terus dalam dirinya. "Ini salah satu momen terpuruk saya," tegasnya.

Franka sadar yang namanya bisnis itu buas. Namun, seperti yang dia katakan dalam buku 'Random Thoughts of Franka', kebuasan itu rasanya berlipat ganda karena dia bermain di negeri orang. "Buasnya lebih terasa tanpa basa-basi. Tanpa safety net apapun, terasa langsung menembus kulit."

Terjerembat dalam kubangan kesedihan bukan tipikel seorang Franka Soeria. Ia bangkit, meski sempat terseret-seret. Hidup harus terus berjalan dan modest fashion menjadi pilihannya.

Baca Juga : Moslem Moddest Fair 2020 Jadi Ajang Desainer Bangkit dari Keterpurukan

Banyak sekali ide di benak Franka. Tak sedikit yang kemudian menjadi kenyataan, salah satunya karya terbaik Franka dalam hidup adalah Modest Fashion Weeks yang telah digelar di 5 kota di berbagai negara, seperti Istanbul, London, Dubai, Jakarta, dan Amsterdam. Perjalanannya dimulai sejak 2016.

Franka Soeria

Kini, Modest Fashion Weeks dianggap sebagai barometer modest fashion di dunia dan menjadi event modest fashion global paling bergengsi. Karena karya tersebut, nama seorang Franka Soeria semakin bersinar. Cemerlang di balik kepahitan yang sudah dia lalui.

Baca Juga : Kisah Desainer Franka Soeria, Menulis Buku untuk Healing

Meski begitu, pencipta Modest Fashion Weeks tersebut ternyata tak bebas dari bully-an. Ya, banyak orang yang bahkan ada di lingkarannya tega menjatuhkan dia tepat di mukanya.

"Kejadian itu terjadi di belakang panggung Jakarta Modest Fashion Weeks. Pelaku mendatangi teman-teman sekaligus klien Franka dan ngomong seperti ini, 'Franka kan nothing. Dia bukan siapa-siapa'. Saat saya tahu ada yang berkata itu, kepada diri saya sendiri, saya berkata, saya memang bukan siapa-siapa," ungkap Franka.

Tak perlu upaya labrak sana-sini, yang dilakukan Franka kemudian hanyalah tenang dan tetap konsisten untuk menjaga posisinya yang sekarang. Posisi yang dia gapai melewati banyak pengkhianatan sebelumnya.

Ya, semasa di Turki, Franka pernah dikhianati bosnya. Rekanannya mencuri ide Modest Fashion Weeks tanpa merasa bersalah. Yakin itu adalah buah pemikirannya, sang pencuri pun K.O. dibuatnya.

Bully menjadi makanan Franka sejak kecil. Si introvert itu pun akhirnya mampu melewati momen bully dengan cantik. Tak harus merusak mental diri sendiri, apalagi membuat luka di hati orang lain secara langsung.

Namun, dari bully tersebut terbentuk sikap peka terhadap orang lain. Ya, hatinya pasti akan terketuk ketika ada orang yang curhat soal bully. Rasa ingin membantunya tinggi.

"Saat aku tahu ada orang yang dibully, sebagai penyintas, ada keinginan kuat dari dalam diriku buat narik dia ke atas jurang kesedihan. Aku mau bantu supaya mereka para korban bully punya harapan untuk bisa hidup lebih baik dan semua itu karena 'I see myself on that people'," ucap Franka haru.

Franka Soeria

Lewat modest fashion weeks, Franka juga meminimalisir bentuk bully-an di dunia mode. Tak ada ekslusivitas yang dia amini di modest fashion. Semua sama di matanya.

"Aku mau mereka yang belum punya nama, ya, namanya sejajar dengan mereka yang sudah ada nama. Sebab, aku tahu struggle-nya bisnis mode dan aku enggak mau ada yang merasakan hal yang aku alamin dulu," tambahnya.

Franka Soeria adalah sosok di balik Think Fashion yang didirikan di Turki dan #Markamarie yang namanya cukup besar di Indonesia dan Malaysia. Dia juga terlibat dalam penciptaan Council of Modest Fashion, Modest Fashion Founders Fund (berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Asian Bloggers Academy (bersama Markamarie Malaysia dan Universiti Teknologi MARA), serta proyek kemanusiaan bernama Benang Project (didukung UNHCR).

Segudang prestasi dan karya sudah dia telurkan. Nama-nama besar di dunia modest fashion, salah satunya Noor Tagouri, pun dia lahirkan. Harapan besar bahwa modest fashion akan menjadi rumah bagi mereka yang saling support dan mau terus berkembang tak pernah berhenti dia yakini, meski bully pernah dia alami.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini