Kasus Covid-19 di Indonesia Menurun Akibat Testingnya Berkurang?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 481 2376676 kasus-covid-19-di-indonesia-menurun-akibat-testingnya-berkurang-QdxT8HEh6a.jpg Pandemi virus corona (Foto: Fierce Biotech)

Sejak awal Maret 2021, Tanah air dihebohkan dengan ditemukannya dua kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian B117 asal Inggris.

Varian virus Covid-19 ini terbukti lebih mematikan dan cepat menular dibandingkan virus Covid-19 sebelumnya, sehingga banyak masyarakat yang menjadi takut dan khawatir. Lantas bagaimana dengan kondisi Indonesia saat ini?

 pandemi Covid-19

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan, saat ini angka kasus Covid-19 di Indonesia berkurang. Meski demikian, ia tidak bisa memastikan, apakah angka positif kasus Covid-19 memang berkurang atau justru jumlah testingnya yang berkurang.

“Beberapa ahli berpendapat bahwa testingnya yang berkurang, tapi kalau untuk angka, mungkin masih naik. Tapi kami masih belum tahu karena testing berkurang. Faktornya banyak karena proses vaksinasi dan lain-lain,” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (12/3/2021).

Menurutnya turunnya angka kasus Covid-19 di Tanah Air, bisa dibuktikan dari tingkat occupancy rate (keterisian rumah sakit) berkurang 65 persen.

Di Jakarta occupancy rate kita 65 persen. Hasil in tidak terlalu banyak dibandingkan sebelumnya yang occupancy ratenya bisa mencapai 85 persen.

Dokter Fajri mengimbau masyarakat harus tenang dan jangan sampai tertular Covid-19. Terlebih masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dan merasa dirinya berpotensi untuk tertular Covid-19.

“Toh juga vaksin Sinovac belum terbukti mencegah penularan. Bisa saja walaupun saya sudah divaksin, masih tetap kena jika tidak menjaga protokol kesehatan dengan baik. Saat mendapatkan vaksin belakangan juga tidak apa-apa, yang penting perkuat imun, tetap jaga jangan terlalu stres, sebab akan menurunkan imunitas tubuh. Jauhi semua pusat-pusat penularan infeksi,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini