Heboh Virus Corona B117, Dokter: Ada Mutasi yang Harus Lebih Diwaspadai

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 481 2376722 heboh-virus-corona-b117-dokter-ada-mutasi-yang-harus-lebih-diwaspadai-wv6vj6vcOr.jpg Ilustrasi virus corona B117. (Foto: Okezone)

MASYARAKAT Indonesia dihebohkan dengan adanya kasus varian baru virus corona B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris. Hal ini terus menjadi pembahasan hangat sejak Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengumumkan temuan kasus tersebut pada awal Maret 2021.

Terkait hal ini, dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adaa'i mengatakan bawa virus corona B117 memang terbukti memiliki kemampuan menyebar lebih cepat 50 hingga 70 persen dibandingkan covid-19 jenis sebelumnya.

Baca juga: Malaysia Temukan Dua Kasus Varian Baru Virus Corona B1525 

Selain itu, studi terbaru menunjukkan virus corona B117 juga 64 persen lebih mematikan. Meski demikian, masyarakat tidak boleh hanya waspada terhadap varian baru B117 ini.

Info grafis virus corona B117. (Foto: Okezone)

"Selain mutasi virus B117, seharusnya ada yang lebih diwaspadai, seperti B1531 yang dari Afrika Selatan, kemudian ada pula mutasi yang berasal dari Brasil. Varian ini bisa menghindari imun manusia sehingga harus kita waspadai," ucap dr Fajri kepada MNC Portal, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Dampak Masuknya Virus Corona B117, Salah Satunya Penggunaan Masker 

Menurut dia, pemerintah juga memiliki peran penting dalam mewaspadai adanya mutasi baru virus corona. Salah satu dengan memperbanyak surveillance genomic untuk mendeteksi covid-19 jenis baru yang masuk ke Tanah Air. Selain itu, pengetatan testing dan tracing juga wajib dilakukan.

"Meningkatkan surveillance genomic, memperketat akses atau pintu masyarakat dari luar negeri. Semua masyarakat dari luar negeri harus dikarantina meski mau paspor diplomatik atau tidak. Idealnya ya seperti itu, atau minimal diisolasi agar tidak menularkan. Terakhir adalah protokol kesehatan. Ini harus ada imbauan lagi dari pemerintah," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini