Rindu Masuk Sekolah, Anak-Anak Berharap Semua Orang Dewasa Mau Divaksin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 481 2376924 rindu-masuk-sekolah-anak-anak-berharap-semua-orang-dewasa-mau-divaksin-jCmgVGJu1X.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Jcomp/Freepik)

PROGRAM vaksinasi covid-19 secara massal telah dilakukan Pemerintah Indonesia. Tujuannya menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah persebaran covid-19 di Tanah Air.

Beberapa kelompok rentan seperti tenaga kesehatan (nakes), pekerja layanan publik, dan masyarakat lanjut usia (lansia) menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin covid-19. Dari sekian banyak kelompok yang berisiko, nyatanya anak-anak menjadi kelompok yang cukup terdampak dengan adanya covid-19.

Baca juga: Kesehatan Anak Terlindungi jika Orang Dewasa Dapat Vaksinasi Covid-19 

Padahal dengan vaksinasi, maka pemulihan berbagai kondisi, termasuk kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, akan berdampak besar pada kehidupan anak. Sebab, anak-anak merindukan kebebasan untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Dalam media briefing 'Suara Anak tentang Vaksin', Jumat (12/3/2021), sejumlah anak mengungkapkan curahan hatinya terkait situasi dan kesulitan yang dihadapi di masa pandemi covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun menyerang Tanah Air.

Baca juga: Jepang Mulai Produksi Sendiri Vaksin AstraZeneca 

Roslinda (15) yang berasal dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, berharap seluruh orang dewasa bersedia divaksin, sehingga pandemi segera berakhir dan anak-anak dapat kembali belajar tatap muka di sekolah.

"Belajar jarak jauh itu sangat menyulitkan bagi anak-anak di desa. Tidak semua daerah mendapat sinyal internet. Selain itu, tidak semua keluarga memiliki ponsel," tuturnya.

Sementara Sofia (16) asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bercerita beberapa orangtua dari temannya kehilangan pekerjaan sejak pandemi covid-19.

"Ada teman saya yang ayahnya kerja di Malaysia, setelah pandemi diberhentikan dari pekerjaannya. Ketika anaknya mau berobat karena sakit, mereka kesulitan biaya. Saya berharap pandemi segera berakhir agar orangtua yang kehilangan pekerjaan bisa bekerja kembali," tuturnya.

Baca juga: Ada Kasus KIPI, Denmark Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca 

Sama halnya dengan Alfred (11) asal Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Menurut dia, jika orang dewasa mau divaksin, maka anak-anak akan bisa kembali masuk sekolah dengan nyaman.

"Saya rindu bertemu dengan teman-teman dan guru-guru," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini