Awas Anak-Anak Menderita Mata Malas, Begini Tandanya

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 481 2376929 awas-anak-anak-menderita-mata-malas-begini-tandanya-0t0YaEXLBr.jpg Ilustrasi anak menderita mata malas. (Foto: Mdjaff/Freepik)

AMBLYOPIA atau mata malas bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Ini merupakan kondisi ketika penglihatan pada satu atau kedua mata tidak berkembang secara normal. Mata malas biasanya membuat kemampuan penglihatan jadi menurun.

"Seseorang dengan mata malas biasanya mengalami penurunan penglihatan di satu matanya karena kurangnya penggunaan," ungkap Paul J Lederer MD, ahli optometri asal Chicago, Amerika Serikat, sebagaimana dilansir laman The Healthy.

Baca juga: Tips Sederhana Jaga Kesehatan Mata Selama WFH, Mudah Lho 

Mata malas biasanya ditandai dengan starabismus atau biasa disebut mata juling, mata melayang, atau mengembara ke dalam atau ke luar secara terus-menerus atau sesekali.

Beberapa orangtua menyadari bahwa mata anaknya tidak sejajar. Mata malas biasanya terjadi pada salah satu mata atau bahkan keduanya.

Dokter mata biasanya akan menganjurkan penglihatan anak-anak diperiksa sejak usia 6 bulan untuk mendeteksi masalah.

"Setelah kira-kira berusia 4 bulan atau lebih, jika mata tidak sejajar, itu tidak normal. Ini harus dilihat," jelas dr David Epley MD, ahli perawatan mata anak di Kirkland, Washington, Amerika Serikat.

Lalu apa saja tanda-tanda anak mengalami mata malas? Berikut penjelasannya.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Pvproductions/Freepik)

1. Sering menyipitkan, mengucek, atau menutup satu mata

Berulang-ulang mengucek mata atau menutup salah satu mata juga bisa menjadi tanda kalau salah satu mata anak lebih lemah.

"Menutup satu mata saat berada di bawah sinar matahari, melihat jauh, atau berulang kali menyipitkan mata atau menyempitkan kedua mata bisa menjadi tanda amblyopia," kata dr David Epley MD.

2. Menoleh saat menonton TV

Jika Anda perhatikan anak suka berulang kali menoleh saat menonton televisi, maka itu bisa menjadi gejala mata malas. Anak-anak dengan mata malas memiliki satu mata yang dominan dan mereka mengendalikan mat aitu untuk melihat dengan lebih baik. Mereka akan sering menoleh untuk menggunakan matanya yang dominan saat melalukan aktivitas, seperti menonton televisi.

3. Bermasalah dengan matematika

Sedikit ketidaksejajaran mata dapat menyebabkan penglihatan ganda atau mengaburkan halaman dalam buku. Demikian dijelaskan dr Epley.

Terkadang strabismus menyebabkan mata memisahkan objek dan menempatkan gambar di garis yang salah.

"Matematika adalah sebuah masalah, karena angka-angka tersebut bertumpuk di tingkat yang berbeda, dan sulit bagi otak untuk beralih dari satu tingkat ke tingkat berikutnya," ungkap dr Epley.

Baca juga: 5 Makanan yang Menyehatkan Mata, Penting di Masa Pandemi 

4. Keterlambatan saat membaca

Mereka yang mengalami mata malas sering merasa lelah saat membaca. Mata malas menyebabkan anak kehilangan tempat saat membaca, melewatkan atau membaca ulang kata-kata kecil, salah membaca dan mengganti kata-kata kecil, serta menambahkan kata-kata ke dalam kalimat.

"Mereka mulai menghindari hal-hal itu, karena mereka tidak menganggapnya menyenangkan, terutama ketika cetakannya semakin kecil," kata dr Lederer, "Dibutuhkan lebih banyak energi bagi mereka untuk mempertahankan konsentrasi pada halaman untuk jangka waktu yang lama."

5. Kesulitan dengan kemampuan motorik halus

Salah satu gejala mata malas, yakni mengalami kesulitan pada keterampilan motorik halus, seperti menulis.

Epley mengatakan, mata malas dapat memengaruhi persepsi kedalaman sehingga mengalami kesulitan untuk tetap menulis di baris yang sama.

Jika Anda melihat anak menulis di atas atau di bawah garis, hal itu bisa menjadi pertanda matanya tidak bekerja sama dengan baik.

Baca juga: Tips Hilangkan Mata Panda pada Pria, Mudah Dilakukan Lho 

6. Kesulitan berolahraga

Lederer mengatakan mata malas dapat mengganggu kemampuan anak untuk menilai ruang dan kedalaman.

"Anda membutuhkan kedua mata untuk menilai di mana benda-benda berada di luar angkasa," kata dr Paul J Lederer MD, "Jika Anda tidak memiliki dua sudut pandang itu, Anda tidak dapat mengetahui seberapa jauh sesuatu dari Anda atau seberapa jauh Anda dari itu."

Misalnya, anak-anak dengan mata malas mungkin salah menilai tangga dan tersandung tangga atau terkena ayunan saat berayun, ini karena mereka kesulitan menilai di mana benda itu berada.

7. Sulit memerhatikan

Mata malas menyebabkan anak sulit mempertahankan dan sulit fokus selama mengerjakan tugas yang membutuhkan perhatian visual dalam jangka waktu yang lama.

"Mata malas dapat menyebabkan orang memiliki masalah perhatian," pungkas dr Paul J Lederer MD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini