Cerita di Balik Kebaya Krisdayanti di Lamaran Aurel Hermansyah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 194 2377952 cerita-di-balik-kebaya-krisdayanti-di-lamaran-aurel-hermansyah-5SMGPyja5r.jpg Cerita di balik kebaya Krisdayanti di lamaran Aurel (Foto : Instagram/@krisdayantilemos)

Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar sudah sah terikat dalam janji lamaran, Sabtu (13/3/2021). Sang ibu kandung, Krisdayanti, hadir di momen bahagia tersebut.

Krisdayanti datang dengan sangat anggun mengenakan kebaya rancangan Anne Avantie. Bernuansa ungu, KD, sapaan akrabnya, tampil mencuri perhatian karena mengenakan busana tradisional, beda dengan yang lain.

Keindahan busana yang dipakai KD ternyata menyimpan kisah penuh perjuangan. Ya, dalam keterangan foto yang dibagikan Anne Avantie belum lama ini, dia bercerita mengenai kebaya tersebut.

Krisdayanti

"Ada rasa haru yang mendalam ketika Krisdayanti menghubungi saya 1 hari sebelum lamaran," awal cerita Anne Avantie. Dia kemudian menceritakan momen komunikasi tersebut.

"Bun, anakku, Aurel Hermansyah, meminta aku hadir pada saat lamaran besok," kata KD ke Anne Avantie. Menurut penuturan Anne, KD mengatakan kalimat itu dengan suara terbata-bata.

Krisdayanti

Lalu, KD menjelaskan bahwa busana di acara lamaran itu bernuansa ungu. "Aku enggak bisa mikir, cuma bersyukur. Enggak bisa mikir pakai apa," tulis Anne menjelaskan perasaan KD kala itu.

Kemudian, Anne Avantie bilang ke KD, "Oke saya buatkan dalam 1 hari 24 jam untuk seorang ibu yang bahagia."

Namun, batu sandungan itu muncul. Saat Anne Avantie sudah merencanakan untuk pergi ke Jakarta pada pukul 12 siang naik kereta dari Semarang, tiba-tiba konsep busana harus berubah. Itu karena pernyataan lanjutan KD yang mengatakan bahwa kebaya-nya tidak boleh kebaya klasik.

Krisdayanti

"Subuh-subuh dapat kabar bahwa tidak boleh kebaya klasik. Saya lemas. Pukul 7 pagi (hari libur), saya masukkan karyawan dan dari jam 9 pagi hingga 10.30 malam, kami mengubah konsep menjadi bukan kebaya klasik," cerita Anne.

Nah, di jam 22.30 setelah busana selesai, Anne Avantie langsung berangkat ke Stasiun Tawang untuk membawa kebaya untuk seorang ibu yang bahagia karena putri terkasihnya lamaran. "Itu sekilas kisah di balik hari bahagia seorang ibu dan putrinya," kata Anne Avantie.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini