Bebek dan Ayam Betutu, Kuliner Khas Bali sejak Zaman Majapahit

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 298 2377850 bebek-dan-ayam-betutu-kuliner-khas-bali-sejak-zaman-majapahit-PXp6yB3HPM.jpg Ayam betutu (Foto : Ayambetutubalicom)

Ayam betutu merupakan salah satu identitas kuliner Bali yang bukan hanya dikenal pada masa sekarang, tetapi merupakan warisan dari masa kuno hingga yang masih dipertahankan oleh masyarakat Bali sebagai bagian dari identitas budayanya.

Menurut informasi yang diberikan oleh ahli sejarah makanan Fadli Rahman, betutu sendiri bukanlah nama makanan. Melainkan sebuah proses mengolah daging yaitu yang umumnya daging ayam dan juga bebek.

Ahli Sejarah Makanan

"Jadi ketika menggunakan nama betutu sebetulnya itu bukan sebuah nama makanan, melainkan proses mengolah daging ayam atau bebek menjadi sebuah makanan," terang Fadli seperti dikutip dari akun Youtube Televisi Edukasi pada Senin (15/3/2021).

Pengolahan betutu sendiri sangat khas yaitu disekam di dalam api yang disimpan di dalam tanah dari batu-batu yang sudah dipanaskan. Cara pengolahan ini merupakan warisan dari masa Majapahit, yaitu pada masa abad ke 16 ketika pengaruh islam masuk ke tanah Jawa.

"Banyak orang-orang Majapahit yang merupakan pemeluk Hindu itu tidak ingin memeluk islam mereka akhirnya lari diantaranya ke wilayah Bali," tutur Fadli.

Ayam Betutu

Selanjutnya, berbagai pengaruh budaya yang ada di masa Majapahit akhirnya beralih ke Bali, salah satunya kuliner. Kita mengenal beberapa kuliner khas Bali seperti misalnya lawar, dan juga betutu.

Nah proses mengolah daging ayam dan bebek yang dibungkus daun pinang dan diisi bumbu khas Bali ini kemudian disekam di dalam batu panas ini merupakan warisan yang sangat identik dengan peninggalan kuliner pada masa Majapahit.

Baca Juga : Berbalut Mini Dress, Foto Luna Maya di Ranjang Curi Perhatian Dimas Beck

Baca Juga : 7 Pesona Jessica Mila Bikin Kaesang Pangarep Ingin Punya Pacar Secantiknya

Seiring dengan perkembangan zaman, Fadli mengatakan, terdapat perubahan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat betutu. Pada zaman Majapahit, betutu memiliki citarasa yang pedas karena jenis cabai yang digunakan pun berbeda.

"Awalnya untuk memberikan rasa pedas masih menggunakan cabai Jawa. Saat ini, cabai yang tumbuh merupakan jenis cabai capsicum. Nah kemudian seiring dengan perkembangan budidaya cabai yang berkembang sekarang, itu sudah memiliki perbedaan antara betutu yang asli dengan yang sekarang," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini