Sejak Dulu Aprilia Manganang Tidak Pernah Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 481 2377998 sejak-dulu-aprilia-manganang-tidak-pernah-mensturasi-ini-penjelasan-dokter-EZP8CQjdax.jpg Aprilia Manganang. (Foto: Instagram @manganang92)

MANTAN atlet bola voli Indonesia, Berllian Marsheilla, mengakui bahwa Aprilia Manganang tidak pernah menstruasi atau haid. Melihat kondisi tersebut, ia cukup yakin sejak dulu bahwa Aprilia tidak seperti perempuan pada umumnya.

"Dari awal kenal, April itu tidak menstruasi," kata Brillian dalam sebuah video di Youtube. Ia menambahkan, Aprilia Manganang sering mengonsumsi minuman pembentuk otot, makanya badannya kekar.

Baca juga: Mengenal Hipospadia, Kondisi Kesehatan seperti Dialami Aprilia Manganang 

Menanggapi pernyataan ini, pakar kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) dr Ari Fahrial Syam SpPD menjelaskan bahwa Aprilia Menganang mengalami hipospadia berat. Di mana lubang kencingnya (uretra) tidak pada lokasi yang normal.

"Tidak di ujung kemaluan, tetapi di pangkal kemaluan," kata dr Ari kepada MNC Portal lewat pesan singkat, Senin (15/3/2021).

Aprilia Manganang. (Foto: Instagram Fanbase Aprilia Manganang)

Pasien dengan hipospodia berat ini, sambung dr Ari, biasanya bentuk alat kelamin pria menjadi tidak jelas. Hipospadia merupakan kelainan bawaan dan jarang terjadi.

Baca juga: Aprilia Manganang Menderita Hipospadia, Kenali Penyebabnya 

"Kalau kita melihat jenis kelamin seseorang dewasa memang kita bisa lihat fenotipnya. Untuk perempuan bisa dilihat genetalia luar dan genetalia dalam," terangnya.

Pada perempuan cukup jelas bentuk kelamin dengan adanya klitoris, bibir dalam, bibir luar, dan selaput dara (himen). Selain itu, bentuk payudara juga bisa terlihat layaknya payudara perempuan dewasa.

Nah, terkait dengan menstruasi, pada perempuan normal tentu akan mengalami menstruasi setiap bulan. Seorang perempuan juga akan mempunyai alat kelamin dalam (genetalia interna) mulai dari vagina, mulut rahim (serviks), rahim, saluran telur (tuba falopii), maupun indung telur (ovarium).

"Anatomi seperti ini rasanya pernah dipelajari saat belajar biologi di SMA yaitu topik sistim reproduksi manusia," terangnya.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Aprilia Manganang, Apakah Hipospadia Bisa Dicegah? 

Oleh karena itu, ketika perempuan sudah berumur 15 tahun dan tidak menstruasi mestinya ditelusuri lebih lanjut apa yang terjadi. Terlebih pada kasus Aprilia Manganang, dia diketahui kini berusia 28 tahun.

Info grafis hipospadia. (Foto: Okezone)

"Saya sebagai dokter penyakit dalam, ketika ada pasien perempuan yang berobat pada usia produktif, saya selalu menanyakan bagaimana menstruasinya. Karena kadang kala masalah menstruasi ini berhubungan dengan masalah penyakit dalam," tuturnya.

"Apabila ada pasien di atas 15 tahun tetapi belum pernah mengalami menstruasi maka akan saya rujuk ke dokter spesialis obstetri ginekologi. Dokter spesialis obstetri ginekologi tentu akan melakukan pemeriksaan awal dengan melihat langsung alat kelamin luar dan juga pemeriksaan alat kelamin dalam dengan pemeriksaan USG apakah ada rahim atau indung telur," sambungnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Hipospadia, Kelainan Langka yang Dialami Aprilia Manganang 

Dokter Ari menambahkan, untuk kepastian, dokter juga bisa mengirim pasien ke laboratorium guna pemeriksaan kromosom mengenai apakah memang pasien tersebut mempunyai kromosom XX untuk wanita, atau XY untuk pria.

"Pada pemeriksaan kromosom bisa juga ditemukan berbagai variasi kelainan. Kasus Aprilia memang harus menjadi pengalaman berharga buat kita semua terutama untuk kalangan medis agar kondisi ini bisa terdeteksi dari awal," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini