Catat, Diet Sangat Rendah Kalori Harus Diawasi Ahli

Antara, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 481 2378128 catat-diet-sangat-rendah-kalori-harus-diawasi-ahli-36VLvD9QWt.jpg Ilustrasi diet sangat rendah kalori. (Foto: Freepik)

BANYAK orang melakukan program diet untuk mengatasi kegemukan atau kelebihan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi asupan kalori setiap hari. Tapi, bukan berarti harus diet ekstrem kurang dari 800 kalori sehari, karena hal itu tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa pengawasan ahli kesehatan yang kompeten.

"Diet ekstrem kurang dari 800 kalori sehari tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa pengawasan ahli diet yang kompeten," kata dokter spesialis gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) Samuel Oetoro dalam live Instagram, Minggu 14 Maret 2021, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Cara Mudah Hitung Asupan Kalori Menggunakan Tangan 

"Efeknya bisa berbahaya. Apalagi diet dengan hanya mengonsumsi 300–400 kalori per hari yang harus membutuhkan makanan khusus atau makanan pengganti yang disebut meal replacement karena kebutuhan nutrisi pelaku diet ini tidak akan terpenuhi dari makanan biasa," jelasnya.

Ia melanjutkan, diet sangat rendah kalori atau dikenal very low calory diet (VLCD) bisa mendatangkan komplikasi, di antaranya kekurangan vitamin, mineral, dan elektrolit. Pelaku diet VLCD ada yang hanya mengonsumsi 400–500 kalori per hari. Padahal, rata-rata orang normal membutuhkan asupan kalori sekitar 1800–2000 per hari.

Ilustrasi kalori. (Foto: Rawpixel/Freepik)

Sementara orang yang melakukan diet dianjurkan mengurangi asupan kalori 500–1.000 per hari. Artinya, setiap hari hanya mengonsumsi 1.000–1.500 kalori.

Pola diet seperti ini memang tidak bisa secara drastis mengurangi berat badan. Penurunan akan terjadi secara bertahap. Penurunan berat badan yang ideal yakni turun 5–10 persen dari berat badan awal selama 6 bulan sampai satu tahun.

Baca juga: Mi Shirataki Sangat Rendah Kalori, Simak 3 Manfaatnya untuk Kesehatan 

Penurunan sebesar itu sudah mampu memperbaiki profil kesehatan secara umum dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Lebih lanjut mengenai penurunan berat badan, seseorang tetap harus melengkapi asupan nutrisi yakni makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) serta mikronutrisi (vitamin, mineral).

Karbohidrat tetap diperlukan walaupun porsinya dibatasi. Zat ini diperlukan terutama untuk sel otak dan sel darah merah, untuk bisa berfungsi optimal. Sebaiknya pilih karbohidrat kompleks, misalnya nasi merah, roti gandum, oatmeal, bekatul, dan lainnya.

Karbohidrat kompleks, kata dr Samuel, tinggi serat yang penting untuk membuat gula diserap secara perlahan, sehingga peningkatan kadar gula darah tidak terlalu cepat.

Baca juga: Jalan Kaki 10.000 Langkah, Berapa Kalori yang Dibakar? 

Di sisi lain, protein juga sangat penting bagi seseorang yang ingin diet menurunkan berat badan. Rekomendasi untuk asupan protein dalam sehari 0,8 gram per kilogram berat badan hingga 1,5 gram per kg berat badan. Apabila berat seseorang memiliki berat badan 60 kg, maka butuh protein sekira 60 gram.

Selain itu, penuhi kebutuhan lemak sehat misalnya omega-3 dari sumber ikan, atau sumber lain seperti alpukat, minyak zaitun dengan kandungan omega-9.

"Makanya saya selalu bilang kalau lagi diet, makanlah ikan. Kalau ikannya mengandung minyak, makan. Itu omega-3. Jadi diet itu harus lengkap. Kalau mau diet sendiri, jangan coba-coba menjalankan diet ekstrem," tutur dr Samuel.

Baca juga: Chef Juna Masak Kepiting Soka, Yuk Ketahui Kandungan Kalorinya 

Program penurunan berat badan yang benar yakni seminggu sampai satu bulan pertama terjadi penurunan lemak, bersamaan dengan otot dan air dalam tubuh. Inilah alasan pada sebulan pertama berat badan bisa turun sangat cepat, karena ada faktor air dan otot yang ikut terbuang.

Setelah satu sampai dua bulan, harus mulai mengikuti program untuk membentuk otot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini