Hati-Hati, Pemahaman Salah soal Diet Karbo Malah Rusak Jantung

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 481 2378144 hati-hati-pemahaman-salah-soal-diet-karbo-malah-rusak-jantung-coZnWzTdIh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DIET ekstrem, seperti diet karbo, kerap dipercaya lebih cepat bikin seseorang jadi langsing. Masa sih?

Perlu diketahui nih Okezoners diet ekstrem sebaiknya dihindari saja deh. Sebab tak semua orang yang menurunkan berat badan tidak bisa menerapkan cara diet yang sama.

Malahan kalau Anda memaksa diri untuk melakukan diet ekstrem tanpa dipandu dokter yang ada malah bahaya buat kesehatan. Seperti diungkapkan oleh Ahli Gizi Dr. dr Samuel Oetoro, MS., SpGK(K).

Dokter Sam menjelaskan, diet ekstrem adalah diet yang dalam istilah medis disebut very low calorie diet; sangat rndah kalori. Jadi asupannya <800 kkal/hari, bahkan ada yang sampai <400 kkal/hari.

"Banyak efek samping yang bisa terjadi. Salah satu yang sering terjadi: batu empedu. Asam urat juga meningkat, fungsi liver terganggu, sering merasa kedinginan, rambut rontok," ujarnya saat Live Instagram di laman @gooddoctor.id, Minggu 14 Maret 2021.

Dokter Sam melanjutkan, efek samping diet ekstrem paling berat buat tubuh adalah hilangnya massa otot. Bila diet ekstrim berlangsung lama, tubuh akan mengambil protein dari otot untuk energi dan massa otot menurun.

Perlu diketahui, otot ini ada di mana-mana, termasuk jantung. Bila otot di jantung terus ditarik, lama-lama otot jantung pun kekurangan protein, ini sangat berbahaya.

Sementara itu, meski Anda diet tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Terdiri dari makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak), dan mikronutrisi (vitamin, mineral).

"Jadi walau diet tetap harus ada karbo, meski porsinya dibatasi. Karbohidrat sangat diperlukan terutama untuk sel otak dan sel darah merah, untuk bisa berfungsi optimal," ujar Dokter Sam.

 Diet

Dokter sam mengatakan, sumber karbohidrat bukan cuma nasi loh. Menu terbaik yakni pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, bekatul.

Karbohidrat kompleks ini tinggi serat. Serat penting untuk membuat gula diserap secara perlahan, sehingga peningkatan kadar gula darah tidak terlalu cepat.

Selain itu, protein juga sangat penting bagi yang ingin diet, apalagi yang mau diet ekstrem. "Rekomendasi untuk asupan protein dalam sehari: 0,8g/kg BB sampai 1,5g/kg BB.jadi kalau BB 60 kg, maka butuh protein sekitar 60 gr," katanya.

Begitu juga makanan dengan kandung lemak pun tetap harus dimakan, tapi lemak yang sehat, yaitu omega 3. "Ikan. Makanya saya selalu bilang kalau lagi diet, makanlah ikan. Dan kalau ikannya mengandung minyak, makan! Itu omega3," paparnya.

Sumber lemak lain yang sehat adalah alpukat, olive oil; itu omega 9. Jadi diet itu harus lengkap. Kalau mau diet sendiri, jangan coba-coba menjalankan diet ekstrem.

Diet rendah kalori juga ada ketentuannya. Untuk laki-laki, asupan per hari tidak boleh <500 kkal, dan untuk perempuan tidak boleh <400 kkal.

Tak hanya mengatur pola makan, diet juga harus dibarengi dengan olahraga ya!

Sayangnya nih, dituturkan Pakar Gizi Dr Arti Indira, MGz, SpGK, FINEM, diet ekstrem seringkali tidak dibarengi dengan program olahraga. Karena untuk menjalankan metabolisme saja tubuh sudah kepayahan, dengan asupan kalori yang ekstrem.

"Kalau ditambah lagi dengan olahraga, tentu tubuh makin terbebani, karena asupannya tidak cukup," uja dr Arti.

Maka yang disarankan adalah makan sesuai kebutuhan, dan olahraga untuk menurunkan lemak serta menjaga massa otot. Tidak cukup hanya jalan kaki beberapa menit.

Olahraga harus kombinasi antara cardio dan muscle training. Cardio misalnya jalan kaki, lari, sepeda, renang.

"Untuk muscle training untuk emmeprtahankan massa otot, perlu dilakukan 2-3x seminggu, tiap sesinya 45-60 menit," lanjut dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini