Fakta-Fakta Kue Beras, Rendah Kalori tapi Miliki Efek Samping

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 298 2378334 fakta-fakta-kue-beras-rendah-kalori-tapi-miliki-efek-samping-EOqoKmzaR4.jpg Kue beras. (Foto: Azerbaijan Stockers/Freepik)

KUE beras merupakan salah satu jenis camilan yang sudah lama dikenal. Kue beras diketahui terbuat dari nasi yang disatukan.

Kue beras sering dimakan sebagai pengganti roti dan kerupuk yang rendah kalori. Sementara varian lainnya tersedia dengan jenis yang paling dasar, hanya dibuat dengan beras dan garam.

Lantas, apa saja fakta-fakta kue beras yang wajib diketahui? Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Healthline.

Baca juga: Bikin Kue Tanpa Telur, Ini Bahan Alternatif Penggantinya 

1. Rendah kalori

Satu kue beras (9 gram) memiliki 35 kalori dan karbohidrat. Kebanyakan orang mengonsumsi kue beras sebagai pengganti roti atau kerupuk yang keduanya merupakan makanan dengan tinggi kalori.

Misalnya, satu potong (28 gram) roti gandum mengandung 69 kalori. Oleh karena itu, mengganti dua potong roti dengan dua kue beras akan menghemat 68 kalori. Namun, Anda juga akan kehilangan 3 gram serat dan berbagai nutrisi.

Selain itu, dua kue beras hanya menyediakan sekira 0,6 ons (18 gram) makanan, dibandingkan dengan 2 ons (56 gram) untuk dua potong roti. Intinya, perbedaan kalori terjadi karena hanya makan lebih sedikit.

Faktanya, kue beras memiliki lebih banyak kalori, sekira 210 kalori dalam 1 porsi, dibandingkan dengan roti gandum yang berisi 138 kalori untuk 1 porsi. Demikian pula 1 ons kerupuk gandum mengandung 124 kalori.

Kue beras. (Foto: Azerbaijan Stockers/Freepik)

Baca juga: Yuk Buat Kue Among Us, Lucu Banget! 

2. Rendah nutrisi

Kue beras pada dasarnya adalah nasi dan udara sehingga tidak memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Makanan ini juga mengandung sedikit vitamin E, riboflavin, vitamin B6, asam pantotenat, zat besi, kalium, seng, tembaga, dan selenium.

Satu kue beras biasa yang terbuat dari beras merah yang menawarkan 35 kalori; 7,3 gram karbohidrat; 0,4 gram serat; 0,7 gram protein; 0,3 gram lemak; niacin 4 persen dari Reference Daily Intake (RDI), magnesium 3 persen dari RDI; fosfor 3 persen dari RDI; mangan 17 persen dari RDI.

Kandungan natriumnya bergantung pada apakah mereka asin. Selain itu, proses pembuatannya telah terbukti menurunkan kandungan antioksidan pada beras. Perlu diingat bahwa fakta nutrisi ini hanya untuk kue beras biasa. Varietas lainnya seringkali mengandung tambahan gula dan bahan lainnya.

3. Bisa meningkatkan gula darah

Kue beras bisa meningkatkan gula darah. Kue beras kembung memiliki skor GI lebih dari 70 yang dianggap menjadi faktor glikemik tinggi.

Glycemic index (GI) adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah Anda. Meskipun beberapa laporan mengklaim bahwa kue beras mungkin memiliki skor GI setinggi 91, tidak ada publikasi ilmiah yang mendukung angka ini.

Terlepas dari itu, sebagian besar karbohidratnya adalah yang mengandung sedikit protein dan serat untuk memperlambat efek gula darah Anda. Mengonsumsi kue beras terkadang memungkinkan akan meningkatnya gula darah dan insulin Anda.

Untuk mengurangi efeknya pada gula darah Anda, gabungkan dengan protein, seperti daging, keju, hummus, atau selai kacang, dan tambahkan serat dalam bentuk buah atau sayuran. Kue beras mungkin lebih rendah kalori daripada roti tetapi juga lebih rendah serat dan nutrisi penting lainnya.

Varietas beras merah gandum utuh mungkin sedikit lebih sehat, tetapi makanan bebas gluten ini masih cenderung dapat meningkatkan gula darah Anda. Untuk menyeimbangkan efek ini, langkah terbaik adalah mengombinasikan kue beras ini dengan protein dan serat. Kue beras mungkin merupakan makanan diet yang umum, tetapi tidak ada manfaat baik lainnya untuk memakannya jika Anda tidak menyukainya.

Baca juga: 8 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memanggang Kue, Wajib Dihindari Ya 

Kue beras. (Foto: Freepik)

4. Efek kesehatan

Kue beras mungkin memiliki efek kesehatan yang positif dan negatif dan beberapa mengandung biji-bijian utuh. Kue beras sering dibuat menggunakan beras merah dan gandum utuh.

Diet dengan menggunakan biji-bijian telah terbukti menurunkan risiko penyakit kronis. Sebuah penelitian besar di lebih dari 360.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi biji-bijian paling banyak seperti beras merah, memiliki risiko kematian 17 persen lebih rendah dari berbagai penyebab, dibandingkan dengan mereka yang makan biji-bijian paling sedikit. Selain itu, konsumsi biji-bijian telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini