WHO Bantah Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 481 2378430 who-bantah-vaksin-astrazeneca-sebabkan-pembekuan-darah-afWDeQ6eoi.jpg Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Freepik)

VAKSIN AstraZeneca dinilai belum aman oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Maka itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghentikan sementara distribusi vaksin buatan Inggris tersebut.

Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penggunaan Vaksin AsraZeneca di Indonesia masih menunggu hasil kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Baca juga: Satgas Tegaskan Tak Ada Indikasi Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah 

Beberapa negara melaporkan penggunaan Vaksin AstraZeneca diduga mengakibatkan pembekuan darah. Beberapa negara yang sudah menghentikan sementara penggunaan Vaksin AstraZeneca adalah Denmark, Bulgaria, Norwegia, Jerman, Belanda, dan Indonesia.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan secara terbuka melalui juru bicaranya. Mereka menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak berbahaya dan sebaiknya diteruskan penggunaannya.

Baca juga: Ada Kasus KIPI, Denmark Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca 

"Tidak ditemukan kaitan secara langsung antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan peningkatan risiko pembekuan darah," tegas Jubir WHO Margaret Harris, seperti dilansir laman BBC, Selasa (16/3/2021).

Ia melanjutkan, berdasarkan hal itu pemberian Vaksin AstraZeneca sebaiknya dilanjutkan. "Karena vaksin itu adalah 'vaksin yang sangat sempurna'," terangnya.

WHO kini tengah menyelidiki laporan terkait efek samping Vaksin AstraZeneca tersebut. "Namun, kami dapat katakan bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat yang ditemukan antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan masalah kesehatan yang banyak dilaporkan," ungkap Harris.

Baca juga: Indonesia Dapat Prioritas Pertama Sebagai Penerima Vaksin AstraZeneca di Asia Tenggara 

Sementara juru bicara AstraZeneca memberikan pernyataan mengenai masalah ini. Menurut laporan mereka, jumlah orang yang divaksin dan mengalami pembekuan darah jauh lebih rendah daripada yang diharapkan di antara populasi umum.

"Berdasar analisis data keamanan kami, lebih dari 10 juta catatan telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini