Terlalu Lama Tidur Berbahaya untuk Kesehatan, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 481 2378447 terlalu-lama-tidur-berbahaya-untuk-kesehatan-benarkah-jiOEdGvAuf.jpg Ilustrasi tidur. (Foto: Yanalya/Freepik)

APAKAH Anda termasuk orang dengan durasi tidur lebih dari 10 jam per hari? Jika iya, maka kebiasaan itu seharusnya mulai dikurangi, karena bisa memberi dampak buruk untuk kesehatan.

Orang dewasa yang sehat sejatinya membutuhkan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam per hari. Namun, beda kasus pada orang dewasa muda yang mengalami insomnia kronis, mereka diharapkan bisa tidur lebih dari 9 jam. Demikian rekomendasi American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society.

Baca juga: Ini Dia 4 Asupan Sehat yang Bisa Bikin Mudah Tidur 

"Perlu diingat, standar banyak tidur setiap orang itu enggak sama," kata psikolog tidur Jade Wu yang juga peneliti di Duke University School of Medicine, seperti dilansir laman Huffpost, Selasa (16/3/2021).

"Orang-orang juga mesti tahu bahwa tidur mengalami perubahan seumur hidup. Misalnya saat remaja atau dewasa muda, di usia itu waktu ideal tidur adalah 9 jam, tapi untuk lansia tidak berlaku," tambahnya.

Ilustrasi tidur. (Foto: Senivpetro/Freepik)

Oversleeping adalah masalah kesehatan di mana Anda tidur lebih dari 9 atau 10 jam per hari. Seseorang yang mengalami oversleeping dikaitkan dengan risiko stroke, obesitas, depresi, diabetes, penyakit jantung, dan demensia.

Hal yang menjadi catatan di sini ialah belum jelas apakah oversleeping menyebabkan penyakit tersebut atau oversleeping hanya indikator ada sesuatu yang salah dalam tubuh Anda.

Baca juga: 6 Cara Efektif Jaga Kesehatan Usus, Salah Satunya Tidur Cukup 

"Dengan kata lain, kami tidak tahu apakah oversleeping yang menyebabkan masalah seiring waktu atau apakah beberapa masalah kesehatan yang mendasari menyebabkan seseorang tidur lebih lama," kata Jade Wu.

"Namun, saya akan lebih condong pada pernyataan terakhir, karena kita tahu bahwa beberapa kondisi neuropsikiatri seperti depresi dan penyakit neurodegeneratif menyebabkan kantuk yang berlebihan di siang hari," sambungnya.

Di sisi lain, profesor kedokteran tidur dari Harvard University Susan Redline setuju bahwa oversleeping lebih mungkin merupakan gejala daripada penyebab masalah kesehatan.

"Pendapat yang dominan adalah bahwa tidur yang lama merupakan penanda masalah kesehatan yang mendasarinya. Artinya itu gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tubuh Anda," katanya.

Baca juga: Tak Mau Cepat Keriput? Hindari 3 Posisi Tidur Ini 

Dari pernyataan tersebut, apakah Anda perlu khawatir berlebih ketika tahu memiliki durasi tidur lebih dari 10 jam per hari? Tidak perlu khawatir jika saat bangun merasa tubuh sangat segar. Tapi beda kasusnya ketika sudah tidur dengan durasi yang lama tapi saat bangun tidak merasa lebih bugar.

"Kalau begini keadaannya, sangat disarankan Anda mengunjungi profesional untuk mendapatkan kejelasan kondisi kesehatan," saran ahli saraf dan spesialis pengobatan tidur, Anita Shelgikar.

"Menjadi catatan di sini ialah ada beberapa faktor yang membuat Anda tidak merasa bugar setelah tidur panjang, misalnya kondisi medis tertentu, efek samping obat, ataupun gangguan tidur yang tidak terdiagnosis," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini