Kedaluwarsa Vaksin Sinovac Jauh Lebih Lama dari AstraZeneca

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 481 2378785 kedaluwarsa-vaksin-sinovac-jauh-lebih-lama-dari-astrazeneca-sNPhr2w3ew.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: USA Today)

Belum lama ini pemerintah Indonesia berhasil mendatangkan 1,1 juta vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca pada 8 Maret 2021. Sayangnya saat ini pemerintah dikejutkan dengan waktu kedaluwarsa vaksin yang hanya berlaku hingga Mei 2021.

Alhasil pemerintah memutuskan untuk menunda distribusi vaksin AstraZeneca tersebut. Menurut Dokter Relawan Covid-19, sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’i, menurutnya kondisi seperti ini adalah hal yang wajar.

 Vaksin Covid-19

“Vaksin ini kan diproduksi di Korea Selatan, lalu dibawa ke Belanda dan di kirim ke Indonesia. Memang butuh proses. Ini karena banyak isu saja sehingga AstraZeneca jadi problem seperti ini,” terang dr. Fajri kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan, apabila sudah mendapatkan izin penggunaan darurat vaksin atau Emerency Use Authorization (EUA), sebanyak 1,1 juta vaksin yang diterima pada 8 Maret 2021 bisa langsung disuntikkan ke penduduk Indonesia. Dan hanya membutuhkan beberapa hari saja untuk bisa habis.

Ia pun membandingkan vaksin AstraZeneca dengan vaksin Sinovac yang memiliki masa kedaluwarsa lebih panjang. Menurutnya setiap vaksin memiliki masa expired yang berbeda-beda.

“Contoh Sinovac ini expirednya lama. Mereka memiliki expired selama tiga tahun. Ini tuh disebutnya stabilitas. Karena vaksinnya baru ditemukan dan belum tahu stabilnya sampai kapan. Sejauh ini sih enam bulan, tapi setelah enam bulan, si produsen atau manufakturnya akan mengecek stabilnya sampai berapa lama,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini