Belum Ada Bukti Corona N439K Lebih Berbahaya dari Covid-19 Sebelumnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 481 2378896 belum-ada-bukti-corona-n439k-lebih-berbahaya-dari-covid-19-sebelumnya-NhBCoDmeRV.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Kabar mengenai munculnya varian baru Corona B117 sempat membuat gegee masyarakat pada awal Maret 2021. Kini muncul pula mutasi Covid-19 lainnya yang disebut dengan varian Corona N439K.

Tentu banyak masyarakat yang penasaran dan mempertanyakan bahaya yang ditimbulkan dari varian baru ini. Dokter Relawan Covid-19 sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’i mencoba untuk menjelaskan mengenai varian N439K tersebut.

Menurut dr. Fajri, varian N439K sudah ada sejak Maret 2020. Virus tersebut menyebar dengan cepat di negara-negara Eropa. Meski demikian belum ada bukti yang pasti bahwa varian N439K lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Virus Corona

“Jurnal Science Direct menyebut, uji pada laboratorium menyebut virus N439K lebih mudah untuk menular dan menginfeksi. Sebab, kemampuan virus ini dapat meningkatkan kemampuan nempel virus pada reseptor sebanyak dua kali,” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga : 4 Potret Ovi Dian Presenter Berjuluk Crazy Rich Indonesia, Raffi Ahmad Kalah Tajir!

Meski demikian, mutasi tersebut belum terbukti meningkatkan viral load atau jumlah virus berlebih untuk menginfeksi. Sementara itu belum ada bukti juga bahwa N439K dapat menyebabkan keparahan penyakit.

“Jurnal tersebut juga mengatakan bahwa mutasi N439K dapat menurunkan efikasi terhadap antibodi. Tapi perlu diperhatikan ini hanya dalam skala lab. Kalau penelitian itu kan ada dua, skala lab dan yang lebih tinggi lagi ada skala populasi. Ini baru berdasarkan lab saja dan pada kenyataannya belum tentu,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini