Pandemi Covid-19 Membuat Banyak Orang Mengalami Coronasomnia

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 612 2378744 pandemi-covid-19-membuat-banyak-orang-mengalami-coronasomnia-ZIR4GytpK8.jpg Mengalami coronasomnia (Foto: CTV News)

Pencarian kosakata "insomnia" meningkat drastis selama pandemi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Philips, sekitar 70% dari responden mereka mengalami insomnia. Karena begitu populer, sehingga muncul istilah baru yang bernama coronasomnia.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Andreas Prasadja RPSGT mengatakan, Covid-19 tidak menyebabkan insomnia, melainkan gaya hidup selama pandemi-lah yang membuat banyak orang mengalami insomnia.

 coronasomnia

"Karena isolasi, ini membuat banyak orang yang beraktivitas dari rumah. Bekerja, belajar, meeting virtual, ini semua dilakukan di rumah, bahkan beberapa orang melakukannya di kamar tidur," tutur dokter Andreas dalam Webinar World Sleep Day pada Selasa (16/3/2021).

Padahal, kegiatan yang dilakukan di kamar tidur selain daripada tidur dapat memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh. Dalam kasus tersebut, otak akan kesulitan merekam siang dan malam.

"Manusia itu makhluk irama, jadi kalau setiap hari mendapatkan tempat yang sama, udara yang sama, cahaya yang sama, ini akan merusak otak kita karena enggak bisa lagi membedakan siang dan malam. Itulah insomnia pada masa pandemi," jelas sang dokter.

Terlebih, lanjut dokter Andreas, ritme sirkadian tubuh sangat peka terhadap cahaya. Selain itu, diimbangi dengan aktivitas yang monoton seperti melakukan segala aktivitas di dalam kamar membuat otak tak lagi mampu mengenali waktu tidur.

Padahal, kualitas tidur yang buruk serta kurangnya jam tidur dapat mempengaruhi imunitas tubuh. Ini akan membuat tubuh memproduksi hormon stres lebih banyak lagi, yang berujung pada peradangan sel-sel tubuh.

Oleh karena itu, berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat sangat penting dilakukan di masa pandemi. Ini akan membantu mengurangi peradangan pada tubuh sehingga membuat tubuh lebih kebal terhadap serangan penyakit.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini