Kontroversi Vaksin AstraZeneca, Manfaatnya Dinilai Lebih Besar Dibanding Efek Sampingnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 481 2379042 kontroversi-vaksin-astrazeneca-manfaatnya-dinilai-lebih-besar-dibanding-efek-sampingnya-ajfaQ8abt5.jpg Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

REGULATOR obat Uni Eropa menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak ada indikasi menyebabkan pembekuan darah. Badan Obat Eropa pun mendesak pemerintah seluruh negara untuk tidak menghentikan penggunaan vaksin covid-19 tersebut.

"Kami sangat yakin bahwa manfaat Vaksin AstraZeneca dalam mencegah covid-19 gejala sedang hingga berat dan kematian lebih besar daripada risiko efek sampingnya," kata Kepala Badan Obat Eropa Emer Cooke, seperti dikutip dari laman Fox News, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Menkes Budi Baru Tahu Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021 

Swedia merupakan negara terbaru yang memutuskan menunda sementara penggunaan Vaksin AstraZeneca. Alasannya karena ingin berhati-hati terhadap apa yang akan digunakan untuk rakyatnya.

"Jika efek samping buruk itu ada, saya yakin itu jarang terjadi. Namun, pihak berwenang merasa harus berhenti sejenak setelah menerima banyak laporan tentang pembekuan darah," kata ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

Hal serupa juga dilakukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan menunda sementara pendistribusian Vaksin AstraZeneca dengan alasan kehati-hatian.

"Untuk sekarang ini kami menunda sementara distribusi sampai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) keluar. Tapi, kami pastikan tidak akan menghentikan pengiriman Vaksin AstraZeneca," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konfrensi pers virtual, Selasa 16 Maret 2021.

Baca juga: Meski Menunda, Kemenkes Pastikan Vaksin AstraZeneca Tidak Bahaya! 

Berdasarkan laporan yang diterima Kemenkes, kasus pembekuan darah yang menjadi pertimbangan seluruh negara jumlahnya kecil sekali. Dari 17 juta suntikan, ada 40 orang yang melaporkan kejadian tersebut.

"Artinya, angka yang sangat kecil dibandingkan dengan manfaat yang ditawarkan," terangnya.

"Terlebih, Vaksin AstraZeneca ini sangat efektif untuk kelompok usia di atas 65 tahun, terutama untuk pasien komorbid. Jadi akan sangat berguna pastinya di masyarakat," tambah Siti Nadia.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan secara terbuka melalui juru bicaranya. Mereka menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak berbahaya dan sebaiknya diteruskan penggunaannya.

"Tidak ditemukan kaitan secara langsung antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan peningkatan risiko pembekuan darah," tegas Jubir WHO Margaret Harris, seperti dikutip dari laman BBC.

Baca juga: Fakta-Fakta Vaksin AstraZeneca yang Kedaluwarsa Akhir Mei 2021 

Ia melanjutkan, karena itu pemberian Vaksin AstraZeneca sebaiknya dilanjutkan. "Sebab vaksin itu adalah 'vaksin yang sangat sempurna'," terangnya.

WHO kini tengah menyelidiki laporan terkait dugaan efek samping Vaksin AstraZeneca tersebut. "Namun, kami dapat katakan bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat yang ditemukan antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan masalah kesehatan yang banyak dilaporkan," ungkap Harris.

Baca juga: WHO Bantah Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah 

Juru bicara AstraZeneca memberikan pernyataan mengenai masalah ini. Menurut laporan mereka, jumlah orang yang divaksin dan mengalami pembekuan darah jauh lebih rendah daripada yang diharapkan di antara populasi umum.

"Berdasar analisis data keamanan kami, lebih dari 10 juta catatan telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini