Ibu dan Bayinya Tak Boleh Dipisah Meski Terinfeksi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 481 2379050 ibu-dan-bayinya-tak-boleh-dipisah-meski-terinfeksi-covid-19-dDu72vxppz.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi yang baru lahir dan terinfeksi atau dicurigai Covid-19 tak boleh dipisahkan dari ibunya. Peryataan tersebut berdasar pada dua studi baru yang diterbitkan di Lancet EclinicalMedicine dan BMJ Global Health.

Dua studi itu masing-masing mengatakan bahwa pandemi sangat memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan kepada bayi lahir kecil dan bayi baru lahir yang sakit. Kondisi tersebut mengakibatkan penderitaan dan kematian yang tidak perlu.

Laporan Fox News mengatakan di banyak negara ketika seorang ibu memiliki kasus Covid-19 baik itu dicurigai atau terkonfirmasi, bayi harus dipisahkan darinya. Tindakan tersebut dinilai WHO malah menempatkan bayi yang baru lahir pada risiko kematian yang lebih tinggi dan komplikasi kesehatan seumur hidup.

Ibu Menyusui

"Kejadian ini banyak terjadi di negara miskin di mana jumlah kelahiran prematur dan kematian bayi terbesar terjadi," ungkap siaran pers WHO terbaru.

Studi Lancet menilai perawatan ibu kanguru sangat penting dalam situasi pandemi. Ibu kanguru biasanya melibatkan kontak dekat antara bayi yang baru lahir dengan ibunya, perawatan semacam itu dapat membantu menyelamatkan nyawa sekitar 125.000 bayi, terutama bayi prematur.

"Di antara bayi yang lahir prematur atau berat badan rendah, perawatan ibu kanguru telah terbukti mengurangi kematian bayi sebanyak 40%, hipotermia lebih dari 70%, dan infeksi parah hingga 65%," kata WHO.

Secara terpisah, studi BMJ Global Health mengatakan, berdasar survei global terhadap 1.120 penyedia layanan kesehatan neonatal di 62 negara, ditemukan fakta bahwa sekitar dua per tiga dari penyedia layanan kesehatan tidak mengizinkan ibu dengan kasus diduga atau terkonfirmasi Covid-19 melakukan kontak erat dengan bayi mereka.

"Sementara itu, hampir 25% penyedia layanan kesehatan neonatal tidak mengizinkan ibu menyusui bayinya, bahkan pengasuh bayi tidak diperkenankan merawat meski dia tidak terinfeksi," lapor studi tersebut.

Baca Juga : 7 Gaya Jessica Mila Sarapan di Kolam Renang, Cantiknya Bikin Susah Kedip!

Baca Juga : 5 Gaya Seksi Nabilla Aprillya Pakai Bra Hijau Basah-basahan di Curug

Sebagian dari mereka yang disurvei melaporkan ketakutan akan kesehatan mereka sendiri dan kekurangan alat pelindung diri, di antara alasan lainnya.

Namun, menurut WHO, "Penelitian telah melaporkan bahwa sebagian besar tidak ada gejala atau penyakit ringan terkait Covid-19 pada bayi baru lahir yang terinfeksi, dengan risiko kematian neonatal yang rendah. Studi baru ini memperkirakan bahwa risiko bayi baru lahir tertular Covid-19 akan mengakibatkan lebih sedikit dari 2.000 kematian."

Akhirnya, WHO menyarankan para ibu untuk terus berada di dekat bayinya, menyusui mereka, dan melakukan kontak erat 'skin-to-skin' bahkan ketika mereka diduga atau terkonfirmasi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini