Sering Insomnia? 2 Herbal Ini Bantu Perbaiki Kualitas Tidur Selama Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 481 2379496 sering-insomnia-2-herbal-ini-bantu-perbaiki-kualitas-tidur-selama-pandemi-7xjV3GlvYv.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Kualitas tidur yang buruk, salah satunya ditandai dengan insomnia, menjadi masalah yang dihadapi masyarakat selama pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan karena stres, kesibukan yang tinggi, serta pola hidup tidak sehat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meski terlihat sepele kualitas tidur yang buruk dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Di antaranya meningkatkan risiko kelelahan mental, tidak fokus, dan munculnya penyakit lain seperti hipertensi dan penyakit jantung.

insomnia

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si menjelaskan, salah satu herbal yang dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang adalah yang mengandung passion flower dan akar valerian.

“Passion flower dan akar valerian telah sejak lama dikenal efektif membantu memperbaiki kualitas tidur. Passion Flower bekerja dengan meningkatkan kadar asam gamma-amonibutyric (GABA) di otak,” terang dr. Inggrid, dalam virtual press conference dengan awak media, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga : 10 Potret Seksi Maria Vania yang Ngaku Terpesona Kegantengan Kiwil

Baca Juga : Pose Menggoda Maria Vania Dicium Matahari, Netizen: Daya Setrumnya Tinggi!

Passion flower berfungsi menurunkan over-aktivitas otak sehingga pikiran menjadi lebih rileks dan kualitas tidur membaik. Herbal Passion Flower dapat diseduh menjadi teh, dan dianjurkan untuk diminum sebelum tidur. Selain itu, akar valerian juga tak kalah berkhasiat dibandingkan passion flower.

Akar valerian mengandung asam valerenat, asam isovalerat dan antioksidan yang membantu menenangkan pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak. Umumnya masyarakat mengonsumsi seduhan akar valerian atau ekstrak valerian yang sudah tersedia dalam bentuk kapsul, kaplet atau cairan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini