Susah Bangun dari Duduk, Waspada Tanda Diabetes Tipe 2

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 481 2379831 susah-bangun-dari-duduk-waspada-tanda-diabetes-tipe-2-4hnUQv5TjQ.jpg Ilustrasi susah bangun dari duduk. (Foto: Yanalya/Freepik)

DIABETES adalah penyakit yang harus mendapat penanganan serius. Ada beberapa jenis penyakit ini, salah satunya diabetes tipe 2. Penyakit ini disebabkan kadar gula darah yang tinggi. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kondisi kronis, lalu merusak tubuh, sehingga menimbulkan neuropati.

Neuropati diabetes merupakan kondisi kerusakan saraf yang disebabkan kadar gula darah tinggi. Gejala yang dialami seseorang bergantung pada lokasi kerusakan saraf.

Baca juga: 25% Prediabetes Berisiko Jadi Diabetes Tipe 2 dalam 3-5 Tahun 

Seperti dilaporkan laman Mayo Clinic, apabila seseorang susah bangun dari duduk, itu bisa menandakan neuropati proksimal.

Ilustrasi diabetes. (Foto: Boldsky)

Dikutip dari laman Express, Kamis (18/3/2021), jenis neuropati ini juga disebut amiotrofi diabetik yang sering memengaruhi saraf di paha, pinggul, bokong, atau tungkai. Gejala biasanya di satu sisi tubuh, tetapi bisa menyebar ke sisi lain.

Baca juga: Obesitas Berisiko Tinggi Sakit Kencing Manis, Kenali Tanda Prediabetes 

Selain kesulitan bangun, penderitanya juga bisa merasakan nyeri hebat di pinggul dan paha atau bokong, otot paha melemah dan menyusut, serta sakit perut yang parah. Penderitanya harus menemui dokter umum jika mengenali salah satu gejala yang terkait diabetes tipe 2.

Perawatan utama untuk neuropati diabetik adalah menstabilkan kadar gula darah tinggi. Mengubah pola hidup merupakan cara paling efektif menurunkan kadar gula darah tinggi.

Memperbaiki pola makan merupakan bagian dari langkah mengatasi diabetes tipe 2. Secara teknis tidak ada yang tidak bisa dimakan jika menderita diabetes tipe 2, tetapi harus membatasi makanan tertentu.

Baca juga: Waspada Kadar Gula Tinggi Bisa Sebabkan Sakit Perut 

Karbohidrat jadi penyebab terburuk karena diuraikan dengan cepat oleh tubuh dan menyebabkan peningkatan cepat dalam glukosa darah.

Selain mengurangi karbohidrat tertentu, pendeirta diabetes tipe 2 juga harus meningkatkan jumlah olahraga. Wajib melakukan aktivitas 2,5 jam seminggu untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini