Ditemukan Kuburan Hewan Peliharaan Tertua di Dunia Berusia 2.000 Tahun

Hantoro, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 612 2379974 ditemukan-kuburan-hewan-peliharaan-tertua-di-dunia-berusia-2-000-tahun-Rvoq3WDUko.jpg Penemuan kuburan hewan peliharaan tertua di dunia. (Foto: Twitter @marcosolopolo)

KUBURAN hewan peliharaan tertua di dunia ditemukan di sepanjang Laut Merah Mesir. Ditemukan ratusan sisa bagian tubuh hewan di situs tersebut.

Kuburan hewan berusia hampir 2.000 tahun di Pelabuhan Berenice, Mesir Selatan, itu menyimpan sisa-sisa bagian tubuh lebih dari 500 kucing, hampir 3 lusin anjing, 15 monyet, rubah dan elang. Demikian dilaporkan laman Live Science.

Baca juga: Viral Perempuan Cantik Pelihara Harimau Benggala di Rumah, Dielus-elus Kayak Kucing 

Tidak ada hewan di kuburan ini yang dimumikan. Lalu tidak ada bukti pembunuhan yang disengaja, seperti biasa terjadi di Mesir Kuno sebagai pengorbanan kepada para dewa.

Bagian tubuh hewan tersebut mengindikasikan mereka berusia usia tua, memiliki kelainan bentuk, atau mengidap penyakit yang membuatnya tidak maksimal menjadi pemburu tikus dan membutuhkan perawatan manusia.

Beberapa hewan peliharaan juga dikubur dengan mengenakan kalung besi atau kalung manik-manik yang berharga dan eksklusif.

Penemuan kuburan hewan peliharaan tertua di Mesir. (Foto: Twitter @marcosolopolo)

Sementara beberapa ahli berpendapat bahwa konsep "hewan peliharaan" tidak dikenal di dunia kuno. "Kesimpulan mendasar adalah keinginan nyata manusia untuk bersama dengan hewan," kata Marta Osypinska, pemimpin penelitian ini sekaligus ahli kebun binatang dari Akademi Polandia Ilmu Pengetahuan, seperti dikutip dari laman Fox News, Kamis (18/3/2021).

"Satu ciri khas yang jelas dari permakaman ini adalah penempatan hewan yang disengaja dalam posisi seperti tidur," jelas Osypinska.

Baca juga: Selamatkan 90 Hewan Telantar, Wanita Cantik Ini Bikin Kebun Binatang Sendiri 

Ia menambahkan, banyak hewan jelas tidak memiliki fungsi "utilitarian" karena mereka adalah anjing kecil, kera, atau cacat, sakit, atau hewan yang lebih tua.

"Penguburan yang cermat, sisa-sisa makanan mereka, dan bukti tidak terbantahkan tentang perawatan manusia terhadap orang-orang cacat membawa kita pada kesimpulan bahwa anjing, kucing, dan monyet menikmati hubungan emosional yang erat dan perawatan yang disengaja," terangnya.

"Pedagang datang ke sini untuk membawa barang eksklusif ke kekaisaran," katanya kepada Live Science, "Apa yang mereka lakukan dalam perjalanan yang begitu panjang dan sulit, yakni membawa anjing kesayangan, atau mereka membawa monyet dari India, atau memelihara kucing."

Beberapa hewan dibungkus dengan selimut atau peti mati, sementara yang lainnya disertai barang-barang seperti bejana besar atau piring.

Osypinska memberi tahu bahwa sepotong keramik dengan catatan di atasnya ditemukan di situs tersebut. Ini memberi tahu pemilik kucing tidak mengkhawatirkan hewan peliharaan saat mereka pergi karena ada orang lain merawatnya.

Baca juga: Ternyata Kucing Tidak Boleh Diberi Nasi, Simak Alasannya 

Permakaman ini didirikan pada abad pertama Masehi selama periode Romawi awal negara Mesir. Berenice pada saat itu adalah pelabuhan dan pos perdagangan penting antara Mesir dan bagian lain dunia.

Penelitian tersebut mendapati bahwa permakaman memiliki aturan budaya yang "ambigu" dan "tidak terlalu" Mesir atau Romawi.

Permakaman di situs arkeologi, yang telah digali selama bertahun-tahun sebagai tempat pembuangan sampah Mesir kuno, ditemukan secara tidak sengaja pada 2011. Osypinska terlibat setelah para arkeolog pertama kali menemukan kuburan hewan peliharaan. Penelitian mereka selesai tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini