Kondisi Darurat, MUI Beri Lampu Hijau Vaksin AstraZeneca

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 481 2380638 kondisi-darurat-mui-beri-lampu-hijau-vaksin-astrazeneca-Db23IJisJf.jpg Vaksin AstraZeneca (Foto : Reuters)

Vaksin AstraZeneca dinilai Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengandung unsur babi dalam pembuatannya. Meski begitu, MUI memberikan lampu hijau penggunaannya mengingat vaksin dinilai merupakan salah satu upaya mengendalikan pandemi.

Karena bersifat digunakan dalam kondisi darurat, izin vaksin AstraZeneca akan dicabut ketika Indonesia mulai kedatangan vaksin merek lain yang kemudian hasil kajiannya halal dan suci.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun memberikan izin penggunaan vaksin AstraZeneca per hari ini, Jumat (19/3/2021). Keputusan itu dikeluarkan BPOM setelah melakukan kajian mendalam dengan tim pakar KOMNAS Penilai Obat, KOMNAS PP KIPI, dan ITAGI.

Vaksin AstraZeneca

Ada alasan kuat mengapa BPOM membolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut yang sebelumnya kontroversial karena ditemukannya kasus pembekuan darah diduga pascavaksinasi dengan vaksin AstraZeneca di beberapa negara Eropa.

Baca Juga : BPOM Yakin Aman, Vaksin AstraZeneca Bisa Dipakai di Indonesia

Menurut BPOM, tromboemboli merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskuler nomor 3 terbanyak berdasar data global. Namun, tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin AstraZeneca.

Setelah itu, BPOM pun merujuk pada hasil yang dimiliki European Medicines Agency (EMA), bahwa lembaga tersebut memiliki sistem pemantauan risiko pascapemasaran yang komprehensif dan melihat kemungkinan terjadinya KIPI langka, berupa gangguan pembekuan darah setelah penggunaan 20 juta vaksin COVID-19 AstraZeneca di Eropa, antara lain kejadian koagulasi intravaskular diseminata (Disseminated Intravascular Coagulation /DIC) dan trombosis sinus venosus sentral (Central Venous Sinus Thrombosis /CVST).

EMA akan terus melakukan kajian tentang kemungkinan kausalitas kasus ini dengan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. "EMA juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan terkait kualitas vaksin COVID-19 AstraZeneca secara menyeluruh ataupun dengan bets tertentu," lapor BPOM dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (19/3/2021).

Diterangkan juga bahwa vaksinasi Covid-19 tidak akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan hal lain. Kesakitan dan kematian karena penyebab lainnya akan terus terjadi, walaupun telah divaksinasi, namun kejadian tersebut tidak berhubungan dengan vaksin. "Hingga saat ini manfaat vaksin Covid-19 AstraZeneca masih lebih besar dibandingkan risikonya," kata BPOM.

"Beberapa negara Eropa yang semula menangguhkan vaksinasi menggunakan vaksin COVID-19 AstraZeneca, telah memutuskan untuk melanjutkan kembali program vaksinasi dengan vaksin tersebut, setelah mendapatkan penjelasan EMA dan mempertimbangkan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya," tambah BPOM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini