Melahirkan Caesar Bisa Cover BPJS Kesehatan Gak Sih?

Jum'at 19 Maret 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 481 2380770 melahirkan-caesar-bisa-cover-bpjs-kesehatan-gak-sih-JrLTymB7bn.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

TAK sedikit pasien yang melahirkan caesar mengeluh tak bisa klaim BPJS Kesehatan. Bagaimana ya faktanya?

Selain itu, disebutkan bahwa beberapa rumah sakit juga mengajukan klaim BPJS kesehatan, bila ada pasien yang harus melahirkan caesar. Namun tak semua bisa mendapat ganti biaya dari BPJS Kesehatan.

Dijelaskan Direktur Utama Prof Ali Ghufron, sejauh ini lebih dari 2.000 RS yang mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan. 275 RS di antaranya yang 90% lebih itu diklaimkan persalinan pakai bedah caesar.

"(Sebelum mencairkan) kami akan memperkuat namanya tim kendali mutu dan kendali biaya nanti kita review ulang," ujarnya saat webinar.

Baca Juga: Kemenkes: Kemanjuran Vaksin AstraZeneca Melebihi Standar WHO

 hamil

Prof Gufron juga mengungkap bahwa tak semua proses melahirkan caesar bisa menggunakan kartu JKN-KIS. Dia menyebut bila bedah caesar merupakan permintaan pasien besar kemungkinan bayar.

"Tapi jika kondisi medis, misal sudah keluar ketuban dan tidak bisa (melahirkan) normal, dokter harus segera ambil tindakan caesar itu gratis alias dengan BPJS Kesehatan," terangnya.

Diungkapkan Ketua KPK Firly Bahuri, dirinya juga mengaku dapat informasi dari Dirut BPJS bahwa data sekarang, menurut dari pelayanan kesehatan, orang melahirkan itu hampir 90% dari caesar. Namun untuk lebih lengkapnya, menurut Firly, Kementerian Kesehatan yang mengetahui.

"Karena BPJS Kesehatan kan membayar, kalau tidak benar di mana, silakan tanya kepada BPJS dan Kemenkes."

Kita tunggu dulu informasi benarnya bagaimana, kan berbicara soal bukti, benar atau tidak, kalau benarnya di mana. Bisa tanya kok ke Menteri Kesehatan atau ke BPJS Kesehatan soal data 90% ibu melahirkan sesar," katanya.

Dari kasus di atas, BPJS kesehatan juga mencegah soal adanya fraud (kecurangan) di layanan fasilitas kesehatan. Termasuk melakukan piloting atau joint activity program pencegahan kecurangan pada area dengan risiko tinggi.

Selain itu dilaksanakan juga audit tematik bersama dan pemaparan publik, terkait peningkatan awareness fasilitas kesehatan dan stakeholders pada pencegahan dan pengendalian fraud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini