Hari Puisi Sedunia, Yuk Pelajari Sejarahnya

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 21 612 2381427 hari-puisi-sedunia-yuk-pelajari-sejarahnya-X7TklLdt7Q.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MUNGKIN banyak orang belum mengetahui bahwa pada 21 Maret biasa diperngiati sebagai sebagai World Poetry Day atau Hari Puisi Sedunia. Lantas, bagaimana hari Puisi Sedunia bisa terjadi?

Ditilik dari sejarahnya, Hari Puisi Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret berdasarkan resolusi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 1999.

UNESCO pertama kali mengadopsi tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Dunia sejak Konferensi Umum ke-30 di Paris pada 1999. Adanya peringatan ini karena UNESCO telah mengakui kemampuan unik puisi dalam menangkap semangat kreatif dari pikiran manusia.

Mengutip dari laman resminya, salah satu tujuan utama Hari Puisi Sedunia adalah untuk mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis.

“Peringatan Hari Puisi Sedunia juga dimaksudkan untuk mendorong kembali pada tradisi lisan pembacaan puisi, mempromosikan pengajaran puisi, memulihkan dialog antara puisi dan seni lainnya seperti teater, tari, musik dan seni lukis,” demikian keterangan dari laman resminya, seperti dikutip pada Minggu (21/3/2021).

Puisi

Selain itu, Hari Puisi Sedunia juga dimaksudkan untuk mendukung penerbit kecil dan menciptakan citra puisi yang positif, sehingga karya puisi tidak lagi dianggap sebagai seni yang ketinggalan zaman.

“Selamat Hari Puisi Sedunia. Dengan puisi, yang perih boleh digubah menjadi indah. Thanks poetry, for teaching me how to express my vulnerabilities,” kata netizen di media sosial Twitter.

“Walau keadaan masih perih, mari kita rayakan hari ini, dengan kegembiraan hati. Mari sejenak, melepas gundah, dan bersorak dengan riang gembira. Terimakasih kepada UNESCO yang telah menetapkan tanggal ini, 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia. Selamat Hari Puisi Sedunia,” cuit yang lainnya.  

“Selamat hari puisi sedunia! Karena puisi adalah cara dalam menulis ungkapan yang dibungkam,” tulis netizen di Twitter.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini