Studi: Serangan Jantung Lebih Rentan Terjadi pada Hari Senin

Diana Rafikasari, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 481 2381722 studi-serangan-jantung-lebih-rentan-terjadi-pada-hari-senin-Ia6lAupFIb.jpg Ilustrasi serangan asma. (Foto: Freepik)

SEJUMLAH ilmuwan menemukan fakta mengejutkan terkait penyakit serangan jantung. Mereka berhasil mengidentifikasi hari yang paling banyak terjadi serangan jantung yaitu Senin.

Senin sendiri merupakan hari pertama dalam seminggu yang selalu dianggap sebagai salah satu hari paling menyedihkan. Tekanan kerja, kecemasan, dan rapat membuat banyak orang stres. Para ilmuwan kini menemukan alasan lain untuk takut pada hari Senin.

Baca juga: Waspada, Diet Tinggi Lemak Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung 

Sebagaimana dikutip dari laman Times of India, Senin (22/3/2021), berdasarkan sebuah studi di Swedia yang dilakukan terhadap 156.000 orang, kebanyakan orang ternyata lebih rentan mengalami serangan jantung pada hari Senin.

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Shutterstock)

Peneliti dari dua universitas teratas Swedia yaitu Universitas Uppsala dan Umea menganalisis data yang dikumpulkan dari rumah sakit Swedia tentang infark miokard (serangan jantung) yang terdaftar di registrasi kualitas nasional SWEDEHEART dari 2006 hingga 2013.

Baca juga: Waspada Diseksi Aorta, Berawal Nyeri Dada hingga Sebabkan Serangan Jantung 

Temuan studi yang dipublikasikan di American Heart Journal ini mengungkapkan bahwa kemungkinan mengalami serangan jantung meningkat ketika seseorang sangat stres dan jika melihat kalender suatu hari dianggap lebih stres daripada yang lain.

Data dengan jelas menunjukkan bahwa tingkat infark miokard (MI) lebih tinggi selama liburan musim dingin dan pada hari Senin. Sementara kemungkinan yang sama minimal pada akhir pekan serta selama liburan musim panas pada bulan Juli.

Stres yang berkepanjangan meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait pemrosesan emosi. Ini mengarah pada kemungkinan peningkatan penyakit jantung dan peredaran darah. Ketika datang akhir pekan, orang akan lebih santai dan rileks. Tekanan darah terkendali dan detak jantung normal.

Selain itu, stres hanyalah salah satu faktor yang berpengaruh atas variasi tingkat MI. Faktor lain seperti suhu juga mengubah detak jantung. Tuntutan psikososial pada perilaku memengaruhi sistem biologis basal dan perubahan ini terjadi sedemikian rupa sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung.

Baca juga: Menguap Berlebihan Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Jangan Disepelekan Ya 

Studi sebelumnya yang membahas masalah yang sama menunjukkan bahwa peristiwa yang sangat menegangkan seperti gempa bumi dan pertandingan sepakbola Piala Dunia juga dapat memicu serangan jantung. Senin, yang dianggap sebagai hari yang sama stresnya, juga memiliki efek serupa pada jantung.

Ada beberapa penyebab berbeda untuk mengalami serangan jantung. Stres hanyalah salah satunya. Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes adalah beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Stres masih dapat dikelola dengan merencanakan pekan Anda sebelumnya dan melakukan beberapa latihan pernapasan. Ini bisa mengurangi risiko serangan jantung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini