Studi: Serangan Jantung Lebih Rentan Terjadi pada Hari Senin

Diana Rafikasari, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 481 2381722 studi-serangan-jantung-lebih-rentan-terjadi-pada-hari-senin-Ia6lAupFIb.jpg Ilustrasi serangan asma. (Foto: Freepik)

Stres yang berkepanjangan meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait pemrosesan emosi. Ini mengarah pada kemungkinan peningkatan penyakit jantung dan peredaran darah. Ketika datang akhir pekan, orang akan lebih santai dan rileks. Tekanan darah terkendali dan detak jantung normal.

Selain itu, stres hanyalah salah satu faktor yang berpengaruh atas variasi tingkat MI. Faktor lain seperti suhu juga mengubah detak jantung. Tuntutan psikososial pada perilaku memengaruhi sistem biologis basal dan perubahan ini terjadi sedemikian rupa sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung.

Baca juga: Menguap Berlebihan Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Jangan Disepelekan Ya 

Studi sebelumnya yang membahas masalah yang sama menunjukkan bahwa peristiwa yang sangat menegangkan seperti gempa bumi dan pertandingan sepakbola Piala Dunia juga dapat memicu serangan jantung. Senin, yang dianggap sebagai hari yang sama stresnya, juga memiliki efek serupa pada jantung.

Ada beberapa penyebab berbeda untuk mengalami serangan jantung. Stres hanyalah salah satunya. Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes adalah beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Stres masih dapat dikelola dengan merencanakan pekan Anda sebelumnya dan melakukan beberapa latihan pernapasan. Ini bisa mengurangi risiko serangan jantung.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini