Diabetes Mellitus yang Tidak Terkontrol Sebabkan Komplikasi Akut

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 481 2381747 diabetes-mellitus-yang-tidak-terkontrol-sebabkan-komplikasi-akut-6wZnCujbzq.jpg Kebanyakan gula bikin kena diabetes (Foto:Britannica)

Penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia ( peningkatan gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai dan berdampak pada peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular. Namun ini salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting diperhatikan.

 diabetes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Putera Bahagia Cirebon, Dr. Indraji Dwi Mulyawan, Sp.PD., MKes. mengatakan, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi akut dan komplikasi menahun atau kronis.

"Komplikasi akut ini berbahaya. Karena sifatnya mendadak dan dapat membahayakan kehidupan manusia. Adapun komplikasi menahun, selain mengganggu kualitas hidup, penanganan diabetes mellitus ini memerlukan biaya yang relatif besar," ungkap Dokter Indraji, Senin (22/3/2021).

Menurut Dokter Indraji, penanganan pada pasien diabetes dilakukan secara tersu-menerus dan terarah mengingat di masa pandemi Covid-19, pengidap diabetes disertai penyakit jantung, beresiko dan sangat rentan terpapar virus Corona yang dapat merusak organ tubuh.

"Kadar glukosa darah yang gampang naik atau turun meningkatkan risiko komplikasi dari Covid-19 bagi pasien diabetes pengidap penyakit jantung. Salah satu contoh, peradangan kronis akan semakin lebih cepat," tutur Dokter Indraji.

Dokter Indraji menjelaskan, gejala klasik dari diabetes meliputi 3P, yaitu poliuri (banyak buang air kecil terutama malam hari), polidipsi (mudah haus), poliphagi (mudah lapar).

Gejala tidak spesifik lain yang juga dapat muncul pada penderita diabetes antara lain penurunan berat badan secara cepat, mudah lelah, kesemutan pada kaki dan tangan, gatal-gatal, penglihatan menjadi kabur, impotensi, luka yang sulit sembuh, keputihan, atau penyakit kulit akibat jamur terutama pada daerah lipatan kulit.

"Penanganan yang terbaik adalah dengan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala dan dengan menyampaikan keluhan yang masih berlangsung atau masih terus dirasakan," terang Indraji.

Diagnosis diabetes sendiri dilakukan dokter pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan urine.

Sementara itu, Instruktur Senam dan Penggiat kesehatan Citra Rosseline mengatakan, perlu melakukan senam diabetes untuk menjaga kesehatan. Sejatinya senam diabetes mirip dengan senam biasa, tetapi gerakannya berfokus pada sejumlah otot besar.

"Gerakan senam ini juga dilakukan dengan berirama dan berkesinambungan dalam waktu yang lama," kata Citra.

Menurut Citra, senam diabetes bertujuan membuat penderita penyakit ini aktif bergerak sehingga metabolisme dalam tubuh juga lebih baik. Manfaat gerakan senam yang akan dirasakan antara lain membantu mengontrol gula darah, menurunkan kadar glukosa dalam darah dan menjaga keseimbangan berat badan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini