Mengenal Hipertensi, Penyakit yang Diidap Herman Lantang Sebelum Meninggal

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 481 2381980 mengenal-hipertensi-penyakit-yang-diidap-herman-lantang-sebelum-meninggal-q5C5fa1uEj.jpg Herman Lantang. (Foto: Instagram @hermanlantangcamp)

PENDIRI organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) Herman Lantang meninggal dunia. Sosok senior di kalangan penggiat alam ini wafat sekira pukul 03.00 WIB, Senin 22 Maret 2021, di RSUD Tangerang Selatan.

Berdasarkan keterangan salah satu kerabat Herman Lantang, Aries Masopala, pihak keluarga menuturkan sahabat Soe Hok Gie tersebut ternyata mengidap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Baca juga: Herman Lantang Sahabat Soe Hok Gie Meninggal Dunia 

"Sakitnya darah tinggi, hipertensi. Ini diberi tahu langsung oleh Erol, anak pertama Beliau," kata Aries saat dihubungi MNC Portal, Senin (22/3/2021).

Penyakit hipertensi atau biasa disebut tekanan darah tinggi seperti yang diidap Herman Lantang, sebagaimana dilansir laman Healthline yang sudah ditinjau ulang oleh dr Judith Marcin MD, disebutkan sebagai kondisi saat tekanan darah meningkat ke tingkat yang tidak baik.

Tekanan darah dalam tubuh manusia memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi yang ditemui darah saat jantung memompa.

Hipertensi ini sifatnya berkembang selama beberapa tahun, maka itu biasanya tidak terlihat gejala yang jelas. Meski tanpa gejala, tekanan darah tinggi nyatanya bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ tubuh lain, terutama otak, jantung, mata, dan ginjal.

Baca juga: Pendiri Mapala UI Herman Lantang Meninggal Dunia, Kerabat: Bukan karena Covid-19 

Penyakit ini bisa dibilang sebagai "silent killer", mengingat kebanyakan orang tidak merasakan gejalanya dan kemungkinan butuh bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk mencapai tingkat yang cukup parah sehingga gejalanya menjadi jelas.

Gejala hipertensi yang berat sendiri itu mulai dari sakit kepala, sesak napas, mimisan, pusing, nyeri di bagian dada, perubahan visual sampai adanya darah dalam urine. Gejala-gejala inilah yang dikatakan butuh perawatan medis segera mungkin.

Perlu diperhatikan, gejala ini mungkin tidak dialami oleh semua orang dengan hipertensi, tetapi menunggu gejala kondisi tersebut sampai muncul justru bisa berakibat fatal.

Lalu bagaimana dengan penyebabnya? Untuk penyebab hipertensi esensial atau hipertensi primer (tipe yang diidap banyak orang) disebutkan ada tiga faktor utamanya.

1. Genetik

Sebagian orang bisa mengidap hipertensi karena faktor genetik. Ini mungkin terjadi dari mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi dari orangtua.

Baca juga: Perankan Sosoknya di Film Gie, Lukman Sardi Berduka Herman Lantang Meninggal 

2. Perubahan fisik

Saat tubuh berubah kemungkinan ada masalah. Contohnya, perubahan fungsi ginjal akibat penuaan yang bisa mengganggu keseimbangan alami tubuh antara garam dan cairan. Perubahan inilah yang dapat menyebabkan tekanan darah tubuh jadi meningkat.

3. Lingkungan

Terakhir ada faktor lingkungan, merujuk pada gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik ditambah dengan pola makan yang buruk. Sehingga akhirnya, gaya hidup tidak sehat ini bisa menyebabkan masalah berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas inilah yang dapat meningkatkan risiko hipertensi itu sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini