Ayah-Bunda, Ini 5 Tanda Anak Menderita Masalah Kesehatan Mental

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 481 2382061 ayah-bunda-ini-5-tanda-anak-menderita-masalah-kesehatan-mental-4yFSDjSTHB.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Pvproductions/Freepik)

MASALAH kesehatan mental bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi anak juga rentan mengalaminya. Anak-anak mungkin menderita kondisi kesehatan mental yang sama seperti orang dewasa dan menunjukkan gejala berbeda.

Gangguan kecemasan, depresi, dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah beberapa masalah umum serta dapat berdampak seumur hidup jika tidak ditangani tepat waktu.

Baca juga: Supaya Anak Tumbuh Sehat, Terapkan Aturan Makan dan Tidur Ini 

Mengutip dari laman Times of India, Selasa (23/3/2021), berikut lima tanda masalah kesehatan mental pada anak yang wajib ayah dan bunda ketahui.

1. Sering mengeluh gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut

Ya, bahkan gejala fisik seperti ketegangan otot, nyeri, sakit kepala, insomnia, dan kegelisahan bisa menjadi gejala masalah kesehatan mental. Kecemasan dapat menyebabkan sakit perut, kabut otak, serta tingkat konsentrasi yang buruk.

Jika gejala fisik ini disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental Anda, ini disebut psikosomatis. Jadi kalau anak Anda sering mengeluh tentang masalah ini coba cari tahu alasannya.

Ilustrasi anak. (Foto: Gpointstudio/Freepik)

2. Ketakutan atau tangisan yang berlebihan

Ketakutan atau mimpi buruk yang berlebihan dapat disebabkan beberapa alasan seperti ketakutan atau kecemasan, dan emosi lain seperti kemarahan, kesedihan, rasa malu atau jijik.

Anak-anak yang pernah mengalami peristiwa traumatis mungkin sering mengalami mimpi buruk, yang dapat membahayakan kesehatan mental mereka dalam jangka panjang dan bahkan mengganggu mereka saat mereka dewasa. Penting untuk mengatasi masalah ini sejak dini.

Baca juga: Cara Membedakan Alergi dan Infeksi pada Anak, Simak Ya Bun! 

3. Ketidaktaatan atau agresi yang ekstrem

Anak-anak kadang-kadang tidak patuh atau menunjukkan amukan ketika Anda meminta mereka melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Namun jika itu menjadi hal yang biasa dan Anda menyaksikan perubahan perilaku mereka yang drastis, itu tidak normal.

Cobalah untuk menemukan akar penyebabnya atau cari bantuan profesional. Anda bahkan dapat meminta anggota keluarga Anda yang lain yang dekat dengan anak tersebut untuk berbicara dengan mereka.

4. Perubahan nilai dan prestasi di sekolah

Jika anak-anak Anda konsisten dengan nilai mereka, tetapi akhir-akhir ini Anda melihat penurunan kinerja mereka, jangan anggap enteng. Tidak memperhatikan kelas, tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan membolos bisa menjadi tanda stres atau depresi.

Bicaralah dengan anak Anda tentang hal itu dan cobalah untuk mengetahui apa yang mengganggu mereka. Bisa jadi sesuatu yang terjadi di sekolah atau beberapa kejadian yang terjadi di rumah merupakan penyebabnya. Mengatasi hal tersebut penting bagi anak Anda.

Baca juga: Anak Kekurangan Berat Badan, Beri 5 Makanan Ini untuk Bantu Pertumbuhannya 

5. Kehilangan nafsu makan atau perubahan berat badan

Setiap perubahan drastis pada berat badan atau hilangnya nafsu makan bisa menjadi tanda depresi. Istilah depresi diartikan sebagai perasaan sedih, tersesat, atau hampa setidaknya selama dua minggu. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Depresi dan nafsu makan dikendalikan oleh bagian otak yang sama. Hal ini dapat menyebabkan nafsu makan yang buruk, dan akhirnya menurunkan berat badan. Mencari terapi perilaku pada waktu yang tepat dapat membantu mengatasi masalah ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini