Tak Hanya Cegah Covid-19, Pakai Masker dan Jaga Jarak Efektif Halau TBC

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 481 2382633 tak-hanya-cegah-covid-19-pakai-masker-dan-jaga-jarak-efektif-halau-tbc-vEYvZIvxjq.jpg Pakai masker (Foto: Limeroad)

Upaya pencegahan Covid-19 dengan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, ternyata berdampak baik juga untuk pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC). Itu kenapa pemerintah tak pernah bosan menggaungkan kebiasaan baru ini.

"Jika Anda saat ini rutin menggunakan masker, sejatinya bukan hanya mencegah Covid-19 tapi penyakit lain yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, salah satunya TBC. Penggunaan masker yang benar menurunkan risiko sebesar 54%," papar Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR, dalam webinar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (23/3/2021).

Prof Tjandra

Di sisi lain, menurut data Kemenkes, gegara pandemi ini 60 persen masyarakat Indonesia menggunakan masker.

"Kebiasaan positif ini bukan hanya mengurangi penularan Covid-19, tapi memutus rantai penyebaran virus TBC juga," tambah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, di acara yang sama.

Selain pakai masker, upaya pencegahan paparan Covid-19 yang memberi efek baik dalam pencegahan TBC adalah menjaga jarak. Diterangkan Prof Tjandra, satu pasien TBC itu dapat menularkan virus dalam tubuhnya ke 10 sampai 15 orang.

"Nah, dengan menjaga jarak, percikan dahak mengandung virus TBC yang dikeluarkan pasien tidak akan langsung terhirup orang lain karena pengaturan jarak yang diperhatikan. Jadi, ya, bisa dibilang upaya pencegahan yang telah dilakukan di masa pandemi ini menyadarkan orang-orang untuk hidup lebih sehat," katanya.

Tidak hanya dua poin di atas, Prof Tjandra pun menilai bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 banyak hal baik terjadi dalam hal penanganan kesehatan masyarakat. Meski, dampak buruk pandemi tetap ada.

Misalnya saja pelayanan kesehatan, menurut Prof Tjandra, semakin banyak rumah sakit, klinik, atau puskesmas yang kualitasnya semakin oke. Hal ini bisa dilihat dari kemampuan mereka dalam menangani Covid-19 yang artinya penanganan penyakit lain semakin bisa menyanggupi.

"Secara tidak langsung, karena pandemi ini masyarakat semakin sadar akan kesehatan. Salah satunya karena paparan informasi tidak pernah henti lewat media seperti ini. Kita bisa lihat bersama, semakin hari semakin banyak masyarakat yang tahu pentingnya menjaga kesehatan, misalnya dengan disiplin menjalankan tindakan pencegahan penyakit," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini