5 Cara Ampuh Jaga Kesehatan Anak saat Pancaroba

Antara, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 481 2383299 5-cara-ampuh-jaga-kesehatan-anak-saat-pancaroba-t5JpoROllP.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

ANAK-anak rentan terserang penyakit saat masa pancaroba. Maka itu, orangtua wajib melindungi kesehatan mereka dengan melakukan pencegahan.

Praktisi kesehatan Dokter Carlinda Nekawaty mengatakan penyakit yang lazim dialami anak saat pancaroba adalah diare, alergi, dan flu. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh anak yang belum sempurna membuatnya rentan terjangkit penyakit.

"Saat pandemi ini perhatian khusus untuk semua orang adalah flu atau common cold yang rentan terjadi kepada anak," jelasnya saat webinar, Selasa 23 Maret 2021, seperti dinukil dari Antara.

Tapi tenang saja, ia memberikan beberapa langkah yang bisa diterapkan orangtua supaya anak tetap sehat saat pancaroba. Apa saja? Berikut lima di antaranya.

Baca juga: Ayah-Bunda, Ini Lho Penyakit yang Sering Diderita Anak saat Pancaroba 

1. Jaga kebersihan

Pertama adalah menjaga kebersihan. Sumber penyakit seperti virus penyebab flu dan diare, juga debu, asap, serta bulu hewan sebagai penyebab alergi. Ini dapat muncul dari kotoran yang menempel di tubuh anak maupun lingkungan sekitar. Menjaga kebersihan rumah dari debu dan kelembaban juga perlu dilakukan.

"Membiasakan anak untuk menjaga kebersihan diri seperti mandi secara rutin, menggunting kuku, mencuci tangan dan ajari etika batuk dan bersin yang baik menjadi langkah efektif," paparnya.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

2. Rutin olahraga

Selanjutnya mengajak anak rutin olahraga. Aktivitas fisik yang tinggi pada anak memberikan efek positif pada sistem kekebalan tubuh. Menemani anak untuk aktif bergerak juga memberikan manfaat lebih pada kesehatan orangtua. Tapi perhatikan juga protokol kesehatan bila olahraga dilakukan di luar rumah.

Baca juga: 6 Cara Supaya Anak Bisa Cepat Jalan, Salah Satunya Biarkan Tanpa Alas Kaki 

3. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup pun krusial untuk anak. Sebab, jam tidur anak dapat memengaruhi metabolisme. Oleh karena itu, anak usia 3 hingga 6 tahun perlu tidur 11 hingga 13 jam per hari dan anak usia 6 sampai 12 tahun harus tidur 10 jam per hari.

"Pastikan anak tidur siang 1 hingga 2 jam. Itu akan membantu metabolisme membangun sistem kekebalan tubuh," ungkap dia.

4. Jauhkan dari orang sakit

Lalu jauhkan anak dari orang yang sedang sakit. Mengingat anak lebih rentan, virus dan bakteri yang ada di tetesan lendir dalam bersin serta batuk mudah menginfeksi buah hati.

Jika orang dewasa di dalam rumah sedang sakit, jauhkan anak-anak dan kenakan masker agar tetesan lendir tidak membuat mereka ikut jatuh sakit.

Mengenakan masker penting, sebab virus flu bisa hidup di objek selama beberapa jam, dan bisa menyebar bila anak menyentuh objek tersebut kemudian memegang mata, hidung atau mulutnya.

Baca juga: Ayah-Bunda, Ini 5 Tanda Anak Menderita Masalah Kesehatan Mental 

5. Penuhi kebutuhan mikronutrien

Cara terakhir yang tidak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan mikronutrien. Kebutuhan mikronutrien yang cukup dapat membantu pembentukan sistem imunitas anak dan menjaga anak tetap dalam kondisi sehat. Seng, vitamin C, vitamin A, dan vitamin B kompleks merupakan nutrien yang memainkan peranan penting pada daya tahan tubuh anak.

Menurut dr Carlinda, memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak merupakan langkah dasar dan utama dalam membentuk benteng perlindungan tubuh yang baik.

"Selain melalui konsumsi buah, sayur, daging dan kacang-kacangan, terdapat bahan-bahan alami dengan kandungan vitamin dan mineral yang dipercaya dapat menjaga kesehatan dan memelihara daya tahan tubuh anak," paparnya.

Madu, temulawak, kurma, dan meniran memberikan manfaat kepada kesehatan tubuh anak. Di samping menjaga imunitas anak saat cuaca tidak menentu, nutrisi yang terdapat dalam asupan dapat berperan untuk memulihkan lebih cepat dan mencegah penyakit kembali menyerang tubuh.

Madu kaya kandungan vitamin, zat besi dan seng sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan memiliki demulcent effect yang dapat meredakan batuk.

Baca juga: Supaya Anak Tumbuh Sehat, Terapkan Aturan Makan dan Tidur Ini 

Sementara aktivitas antioksidan temulawak yang berasal dari kurkumin lebih tinggi dari vitamin C dan dapat meningkatkan respon imun tertentu dan juga membantu memperbaiki nafsu makan.

Kurma yang jadi favorit saat Ramadhan dapat memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), asam pantotenat (B5), piridoksin (B6), dan folat (B9) lebih tinggi dari buah-buahan seperti apel dan jeruk.

Vitamin B memiliki manfaat mampu menjaga imunitas tubuh sekaligus menurunkan gejala alergi. Sedangkan phyllanthi (meniran), memiliki sifat imunomodulator yang mengaktifkan limfosit T dan B, berperan penting pada imunitas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini