Simak, Ini Faktor Penyebab Telat Menstruasi

Diana Rafikasari, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 481 2383547 simak-ini-faktor-penyebab-telat-menstruasi-Zj5ppwIaj8.jpg Ilustrasi menstruasi. (Foto: Diana Grytsku/Freepik)

SETIAP wanita pasti pernah merasakan telat menstruasi. Ternyata banyak faktor bisa menyebabkan telat menstruasi, dan tidak selamanya positif hamil.

Sebagaimana diketahui, proses ovulasi dan menstruasi bergantung pada keseimbangan hormon yang rapuh. Kemudian jika hormon-hormon tersebut dikeluarkan sedikit saja bisa menyebabkan wanita telat menstruasi.

Lantas, apa saja faktor yang bisa menyebabkan wanita telat menstruasi? Berikut penjelasannya, seperti dilansir laman Insider.

Baca juga: Aneh, Wanita Ini Alami Pendarahan dari Mata ketika Menstruasi 

1. Perubahan jadwal tidur

Jadwal tidur yang konsisten juga membuat jadwal biologis seorang wanita konsisten. Tetapi ketika jadwal tidur tidak teratur, sekresi hormon tidak sekonsisten dan teratur seperti biasanya, yang pada gilirannya memengaruhi sekresi hormon reproduksi.

Obgyn dari Keck Medicine of USC, Evelyn Mitchell MD, memaparkan jika tubuh tidak melepaskan hormon yang berhubungan dengan menstruasi maka bisa mengalami menstruasi yang telat atau terlewat. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan stres yang menyebabkan peningkatan kortisol dan memengaruhi waktu menstruasi.

Ilustrasi menstruasi. (Foto: Sheknows)

2. Menyusui

Jika wanita menyusui bayi secara eksklusif, biasanya mengalami amenore atau tidak ada menstruasi. Obgyn Lead di Memorial Care Orange Coast Medical Center di Fountain Valley California, G Thomas Ruiz MD, mengatakan konidisi ini karena menyusui dikaitkan dengan tingginya tingkat hormon prolaktin.

Kadar prolaktin yang meningkat menekan sekresi dua hormon yang penting untuk siklus menstruasi dan ovulasi, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH). Beberapa orang tidak menstruasi lagi sampai mereka benar-benar berhenti menyusui.

3. Penurunan berat badan

Evelyn Mitchell MD memaparkan bahwa berolahraga dan makan sangat sedikit dapat menyebabkan penurunan berat badan yang ekstrem sehingga menyebabkan menstruasi telat. Saat menurunkan berat badan, otak tidak mengeluarkan hormon pelepas gonadotropin (GnRH).

GnRH adalah hormon yang mengontrol sekresi hormon lain yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari, termasuk hormon reproduksi seperti FSH dan prolaktin. Karena itu, kelenjar pituitari tidak akan menerima sinyal bahwa ia perlu mengeluarkan hormon reproduksi, dan ini akan mengakibatkan menstruasi yang telat.

Baca juga: Manfaat Jambu Biji, Atasi Kram Perut Menstruasi hingga Sehatkan Jantung 

4. Olahraga berlebihan

Olahraga berlebihan sering dikaitkan dengan penurunan berat badan yang dapat menyebabkan menstruasi telat. Tetapi bahkan jika Anda memiliki berat badan yang konsisten, olahraga berlebihan sendirian dapat menyebabkan Anda melewatkan menstruasi. Contoh kasus, atlet wanita lebih cenderung melewatkan menstruasi daripada nonatlet.

5. Stres

Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tapi juga dapat memengaruhi hormon, membuang siklus menstruasi. Ruiz menjelaskan, saat stres seorang wanita mengalami peningkatan hormon kortisol atau dikenal sebagai hormon stres.

Kortisol yang meningkat akan menekan sekresi LH, selanjutnya akan memengaruhi ovulasi. Stres juga dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan progesteron, yang dapat membuat menstruasi tidak teratur.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini