Leny Rafael, Sosok di Balik Kebaya Anggun Millen Cyrus di Siraman Aurel Hermansyah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 194 2384633 leny-rafael-sosok-di-balik-kebaya-anggun-millen-cyrus-di-siraman-aurel-hermansyah-qxSVa3oCBh.jpg Leny Rafael desainer kebaya (Foto : Sukardi/MNC Portal)

Millen Cyrus tampil anggun sekali saat menghadiri siraman yang merupakan rangkaian menuju pernikahan Aurel Hermansyah dengan Atta Halilintar.

Millen Cyrus terlihat mengenakan kebaya blue light dengan kain nude yang membuat tampilannya begitu cantik. Riasan wajah dan tata rambut yang simple menyempurnakan semuanya.

Tapi, tahukah Anda siapa sosok di balik rancangan kebaya yang dikenakan Millen Cyrus tersebut? Dia adalah Leny Rafael, desainer kebaya yang namanya sudah malang melintang di dunia fashion.

Leny Rafael

Bercerita langsung pada MNC Portal Indonesia, Leny mengatakan kalau dirinya sudah 20 tahun berkecimpung di dunia fashion.

Mengawali karier pada 2001 sebagai fashion desainer di Alta Moda, salah satu toko tekstil terbesar di Indonesia pada masanya, Leny yang baru saja lulus dari Lembaga Pengajaran Tata Busan Susan Budihardjo pun langsung dikenalkan dengan dunia mode secara real.

Ya, yang namanya seorang fashion desainer ternyata bukan hanya ngurusin pola, tetapi harus paham kualitas bahan, bagaimana melobi klien, hingga urusan teknis lainnya. Dari situ dia punya banyak kenalan orang-orang fashion. Sampai akhirnya, pemilik nama asli Leni Anggraeni benar-benar kecemplung di dunia fashion secara profesional.

Bercerita jauh sebelum menjadi fashion desainer, kenyataannya Leny dulu ingin sekali jadi dokter. Tapi, nasib membawanya keduanya yang 180 derajat berbeda.

Leny Rafael

"Aku tuh dulunya pengen banget jadi dokter. Tapi, ternyata gak lulus. Kemudian ditawari untuk sekolah fashion, aku yang memang punya garis keluarnya pengusaha garmen pun mencobanya dan ternyata berhasil. Aku lulus 1 tahun di Susan Budihardjo dengan nilai yang baik dan setelah itu langsung ditarik di Alta Moda," cerita Leny, beberapa waktu lalu di kantornya di kawasan Bintara, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Leny sadar betul apa yang menjadi kekuatan atau potensi dalam dirinya. Dia mengaku kalau apapun yang dia kerjakan, akan selalu 'cuan'. Hal itu terbukti saat dirinya masih bersekolah dulu.

"Aku pernah bikin cincin-cincinan dari kawat, eh ternyata banyak yang suka. Lalu, aku juga paham banget mana kain yang akan jadi mahal kelihatannya dan mana yang enggak. Berkat tersebut aku sadari dan itu menjadi kekuatan dalam diriku," ungkap Leny.

Bicara soal nama Leny Rafael sendiri, itu ternyata hanya sebuah brand. Rafael diambil dari nama anaknya yang memang sangat dia tunggu-tunggu. Nama itu juga yang akhirnya membawa berkah dalam hidupnya.

"Lebih kece saja terdengarnya. Pernah sih kepikiran dulu nama brand aku Leni Ang, tapi kesannya kayak bridel showroom banget. Padahal, aku kuat di kebaya. Jadi, akhirnya pakai Leny Rafael dan Alhamdulillah membawa berkah," katanya.

Ya, Leny Rafael core utamanya adalah kebaya premium. Dari awal berkarier sampai sekarang, kliennya masih tetap bertahan. Kebaya handmade yang khusus dirancang untuk klien masih dia kerjakan di era serba cepat seperti saat ini.

Meski begitu, Leny Rafael tidak mau berjalan di tempat. Dia kemudian mengembangkan sayapnya ke beberapa lini mode, mulai dari koleksi gaun luxury, modest fashion, hingga busana edgy khas anak muda zaman sekarang.

Makanya, kalau kita bicara soal Leny Rafael, kita akan tahu adanya Leny Rafael Bride untuk busana pengantin, Leny Rafael ID untuk koleksi modest fashion, dan LF Things untuk koleksi edgy-nya.

Leny Rafael

Bahkan, kini Leny memberi ruang juga untuk pencinta fashion yang mau belajar lebih dalam mengenai dunia mode lewat LR Fashion Prenuer Class. Tapi sayangnya, untuk kelas ini dihentikan sementara akibat pandemi.

"Kelas itu inspirasinya datang dari permintaan klien aku. Jadi, dia pengen belajar bagaimana dunia fashion lebih jauh dan karena ada permintaan akhirnya aku bikin," ucapnya.

Berkarier di dunia fashion 20 tahun lamanya membentuk pribadi Leny yang pantang menyerah dan gigih dalam mengerjakan sesuatu. Anggota APPMI DKI Jakarta itu pun mengatakan bahwa untuk sekarang yang bisa dilakukan adalah terus berkarya dan sebisa mungkin menginspirasi.

"Bukan waktu yang sebentar untuk tetap bisa bertahan selama 20 tahun di dunia fashion. Sekarang bagi aku waktunya untuk memberikan ilmu yang sudah aku punya ke orang-orang yang memang tertarik mempelajarinya. Aku mau berbuat lebih bukan hanya mencipta karya busana," kata Leny.

Karena itu, butiknya pun kerap menerima anak magang yang mau belajar dari seorang Leny Rafael. Saat MNC Portal Indonesia berkunjung ke butiknya, terlihat beberapa anak magang dari Universitas Negeri Padang yang ternyata sudah selesai masa magangnya.

"Aku memang nerima anak magang. Selain karena aku akan terbantukan secara sumber daya manusia, tapi aku juga pengen menyebarkan ilmu yang aku punya ke penerus bangsa," katanya.

Leny Rafael

Tak tanggung-tanggung, mereka yang magang di butik Leny Rafael sampai ikut turun ke lapangan membeli bahan atau dilibatkan secara langsung dalam event yang diikuti Leny Rafael.

"Itu cara aku memberikan pemahaman ke generasi muda yang belajar di butik aku bahwa dunia fashion 'real'-nya tuh begitu. Sampai aku juga ngajarin mereka bagaimana cara membuat proposal ke klien bahkan bikin press release," tambahnya.

Leny Rafael

Salah seorang anak magang, Fania Helmina pun membenarkan hal tersebut. "Saya dan beberapa teman dari universitas benar-benar dikasih lihat kehidupan nyata dunia fashion yang enggak cuma sekadar bikin pola baju tapi ada banyak hal lain yang harus dikerjakan. Tante Leny benar-benar ngasih ilmu yang kita butuhkan dan dia enggak pelit ilmu sama sekali," terangnya.

Leny Rafael menjadi contoh untuk kita semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin selagi kita terus berusaha maksimal. Gagal menggapai mimpi bukan akhir dari segalanya, karena ada jalan lain yang lebih baik yang sudah Tuhan siapkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini