Apakah Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen Aman?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 481 2384420 apakah-pemasangan-alat-pacu-jantung-permanen-aman-Dsnx8y761R.jpg Denyut jantung lemah (Foto: Insider)

Pasien dengan diagnosis denyut jantung lemah diberi dua pilihan treatment pengobatan, mengandalkan obat-obatan atau tindakan pemasangan alat pacu jantung permanen atau pacemaker.

Menempatkan alat pacu jantung permanen berfungsi memacu jantung untuk berdenyut secara normal. Tindakan ini biasanya diberikan ketika obat-obatan sudah tak lagi memiliki efek pada tubuh pasien.

 memasang alat pacu jantung

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) menjelaskan, saat ini telah tersedia alat pacu jantung tanpa kabel (leadless pacemaker) yang seukuran vitamin saja.

"Proses pemasangan leadless pacemaker tidak memerlukan operasi, cukup dimasukkan dengan menggunakan kateter melalui sayatan kecil di pangkal paha dan dengan panduan X-ray, kateter akan diarahkan ke jantung. Pasien akan diberikan bius lokal sekitar area tersebut," terangnya dalam Webinar, Kamis (25/3/2021).

Setelah kateter berada di dalam bilik kanan jantung, pacemaker akan ditempatkan. Pacemaker kemudian dites dengan teknologi khusus untuk memastikan bahwa alat terpasang dan bekerja dengan baik.

Setelah itu, kateter dikeluarkan dan luka sayatan ditutup dengan cara ditekan. "Prosedur ini hanya memakan waktu sekitar 30 menit, tergantung kondisi dan anatomi pasien," terang dr Dicky.

Keuntungan leadless pacemaker, sambungnya, ialah hanya memerlukan kabel atau generator, sehingga tidak ada tindakan operasi dan secara kosmetik lebih baik karena tidak ada sayatan operasi. Menjadi catatan di sini, risiko dari pemasangan alat pacu jantung permanen memiliki komplikasi rendah, sehingga pasien tak perlu terlalu khawatir.

"Selain itu, prosedur lebih singkat yaitu pasien cukup menginap sehari di rumah sakit, setelah itu pasien dapat segera beraktivitas dan tidak ada keterbatasan gerakan di sekitar dada," kata dr Dicky.

Dia menambahkan, treatment leadless pacemaker dapat bertahan hingga 12 tahun. Ini memungkinkan pasien memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang dan kehidupan yang lebih baik.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini