Musim Hujan, Cegah Demam Berdarah Sejak Dini

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 481 2385075 musim-hujan-cegah-demam-berdarah-sejak-dini-V6jIU0jV3k.jpg Musim hujan (Foto:The Artbo)

Di tengah musim hujan masih banyak penyakit yang mengintai. Selain influenza dan Covid-19, terdapat juga penyakit yang cukup berbahaya yakni demam berdarah.

Saat hujan sering turun demam berdarah dengue (DBD) sering mengintai karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan penyakit demam berdarah.

 mencegah demam berdarah

Caranya adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup genangan air, membersihkan bak air di rumah, membersihkan bak mandi agar bersih dari jentik-jentik nyamuk.

Selain melakukan berbagai upaya kebersihan, mencegah demam berdarah juga bisa dilakukan dengan pemberian vaksin demam berdarah. Hingga saat ini pengajuan persetujuan vaksin demam berdarah masih dilakukan kepada lembaga obat-obatan Eropa, European Medicines Agency (EMA).

Vice President and Global Dengue Program Head Takeda, Derek Wallace mengatakan, kandidat vaksin vaksin demam berdarah dengue (TAK-003) sedang diteliti untuk pencegahan demam berdarah yang disebabkan serotipe virus pada individu berusia empat hingga 60 tahun.

Dia menjelaskan, pihaknya juga bermaksud menyampaikan pengajuan regulasi vaksin demam berdarah di Indonesia, Argentina, Brasil, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand pada tahun 2021.

"Penyampaian pengajuan regulasi kandidat vaksin demam berdarah menandai perkembangan penting bagi orang-orang yang tinggal atau bepergian ke berbagai komunitas yang terbebani oleh ancaman demam berdarah dengue," kata Wallace, Minggu (28/3/2021).

Wallace melanjutkan, wabah demam berdarah yang telah merenggut hidup setengah juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya dapat membuat pemerintah dan masyarakat kewalahan karena dampaknya yang besar terhadap sistem perawatan kesehatan.

Di Indonesia sendiri kasus demam berdarah pada tahun 2020 kemarin mencapai 95.893 jiwa dengan jumlah kematian sebanyak 661 orang.

Menurut Wallace, dengan terbatasnya pilihan yang ada untuk mencegah penyakit tersebut, muncul kebutuhan vaksin demam berdarah. Seperti halnya Covid-19, demam berdarah juga penyakit yang sering mengancam masyarakat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini