Waspada jika Sedih Berkepanjangan, Ini yang Harus Dilakukan

Antara, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 481 2385868 waspada-jika-sedih-berkepanjangan-ini-yang-harus-dilakukan-xXjY2l0x7n.jpg Ilustrasi sedih. (Foto: Jcomp/Freepik)

RASA sedih pasti pernah dirasakan semua orang. Tapi perlu diwaspadai kesedihan tersebut jangan sampai berubah menjadi gangguan mental. Pasalnya, ini bisa berdampak sangat buruk untuk kesehatan.

Terkait hal tersebut, psikolog klinis dewasa Muthmainah Mufidah dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa rasa sedih yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari biasanya tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas.

Baca juga: Lagi Sedih? 4 Makanan Ini Bikin Happy Lho, Dicoba Yuk 

"Kalau down sehari-hari biasanya kita masih tetap bisa mengerjakan tugas atau kegiatan sehari-hari kita, meski mungkin ada perubahan kecepatan atau jumlah," ungkap Mufidah, seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3/2021).

Ilustrasi sedih.

Manusia yang bersifat dinamis pasti pernah mengalami naik turun dalam kehidupan. Ada hal-hal yang membuat hati bahagia, tapi di sisi lain terdapat juga kejadian yang membuat murung, sedih, atau marah.

Baca juga: Apakah Kesedihan yang Dialami Hanya Sementara atau Tanda Depresi? 

Hati-hati bila rasa sedih yang melanda sudah berdampak terhadap produktivitas dan kehidupan sehari-hari, terutama jika sudah terjadi selama dua pekan berturut-turut. Segera minta bantuan psikolog atau psikiater agar masalah segera ditangani.

"Mana yang lebih dulu didatangi, apakah psikolog dan psikiater? Sebetulnya tidak masalah yang mana duluan kok," ucapnya.

Ia mengatakan keduanya punya tujuan yang sama, yakni membantu orang mengatasi masalah kesehatan mental. Jika dibutuhkan, keduanya bisa saling rujuk.

Perbedaan yang utama adalah psikiater merupakan dokter yang punya wewenang untuk memberikan resep obat kepada pasien bila memang dibutuhkan. Sementara psikolog lebih fokus pada aspek-aspek perubahan tingkah laku. Psikolog juga fokus kepada pengelolaan pola pikir dan perasaan.

Baca juga: 5 Cara Membantu Pasangan Mengatasi Kesedihan 

Namun sebetulnya tidak perlu menunggu munculnya gangguan kesehatan mental sebelum pergi ke psikolog atau psikiater. Berkonsultasi bisa dilakukan kapan saja, bahkan ketika tidak merasa punya masalah.

"Bisa untuk tujuan mengembangkan diri," imbuh dia.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Kesedihan Akibat Kehilangan Orang yang Dicintai 

Sebuah Laporan Risiko Global (Global Risks Report) 2021 menemukan sebanyak 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi covid-19.

Laporan yang menyoroti risiko dampak pandemi covid-19 pada kesehatan mental generasi muda itu juga menemukan kekecewaan yang dirasakan anak muda (youth disillusionment) dan memburuknya kesehatan mental (mental health deterioration) sebagai risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini