Gangguan Menstruasi Mioma Uteri Bikin Penderitanya Mengalami Rasa Nyeri saat Haid

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 481 2386292 gangguan-menstruasi-mioma-uteri-bikin-penderitanya-mengalami-rasa-nyeri-saat-haid-gPOA0JGmjb.jpg Gangguan menstruasi (Foto: Chapel Hill Obgyn)

Wanita pada umumnya setiap bulan mengalami siklus menstruasi. Siklusnya beragam, yang normal menstruasinya berkisar antara tiga hingga tujuh hari dengan jarak untuk setiap siklusnya mulai dari 21 hingga 35 hari.

Selain itu, siklus menstruasi perempuan dipengaruhi oleh perubahan hormon yang melibatkan estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan salah satu atau kedua hormon ini memicu dapat terjadinya haid tidak teratur.

 menstruasi

Penyebab haid tidak teratur juga beragam, bisa karena kelelahan, stres, obesitas, terlalu kurus, menyusui, diet berlebihan, hingga penggunaan pil KB yang tidak sesuai.

Selain beberapa faktor penyebab yang telah disebutkan, Dokter Spesialis Penyakit Kandungan dan Kebidanan Siloam Hospitals Silampari, Dokter Aripin Syarifudin Sp.OG menjelaskan, salah satu penyebab adanya gangguan menstruasi adalah mioma uteri, yaitu adanya tumor jinak yang terdapat pada dinding rahim.

Meskipun jinak, terang Dokter Aripin, tumor pada dinding rahim dapat tumbuh besar hingga membuat pengidapnya mengalami rasa nyeri dan gangguan saat haid berlangsung.

Mioma sebenarnya merupakan sel tumor yang sifatnya jinak. Gangguan kesehatan ini memiliki nama lain uteri fibroid, mioma, dan leiomyoma. Mioma sendiri berasal dari pertumbuhan abnormal sel pada bagian otot polos rahim.

"Namun, mioma terjadi bisa tanpa menimbulkan gejala, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan USG untuk mendeteksi ada tidaknya mioma tersebut," terang Dokter Aripin, Selasa, (30/3/2021).

Mioma sendiri bisa muncul pada rentang usia reproduktif, antara 16 hingga 50 tahun, masa ketika hormon reproduksi berperan aktif dalam tubuh.

Semua wanita rentan mengalami mioma, tetapi risiko lebih tinggi dialami wanita dengan berat badan berlebihan atau obesitas. Peningkatan berat badan turut memicu peningkatan hormon estrogen.

Lalu, risiko juga sama tingginya bagi wanita yang memang memiliki keluarga yang juga mengidap mioma rahim alias faktor keturunan. Remaja yang memulai menstruasi pertamanya terlalu dini dan pola hidup yang kurang sehat juga bisa memicu munculnya mioma.

Namun, terang Dokter Aripin, tidak semua kelainan menstruasi dikarenakan mioma rahim, bisa juga dikarenakan faktor indung telur (kista ovarium), sehingga penting untuk setahun sekali medical check up atau evaluasi ultrasonografi (USG) untuk deteksi dini kelainan di organ kewanitaan.

"Gejala yang sering terjadi jika perempuan memiliki mioma dalam rahim, yakni perdarahan menstruasi lebih banyak dengan durasi yang lebih lama dibandingkan dengan haid yang normal," ungkapnya.

Gejala lain yang dapat timbul adalah perut yang membesar atau teraba adanya benjolan yang membesar. Bisa disertai, buang air kecil menjadi lebih sulit atau sering sebagai akibat dari adanya tekanan benjolan di rahim pada bagian kandung kemih. Atau bahkan kesulitan dalam hal buang air besar.

Ketika pengidap miom melakukan hubungan intim, maka akan timbul rasa nyeri pada bagian rahim, pun ketika tidak sedang berhubungan badan, rasa nyeri bisa tetap terasa, terlebih kala masa haid datang. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi gangguan kesuburan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini