WHO: Penularan Covid-19 Kemungkinan dari Kelelawar ke Manusia Melalui Hewan Lain

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 481 2386318 who-penularan-covid-19-kemungkinan-dari-kelelawar-ke-manusia-melalui-hewan-lain-H4IhLhWM1L.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Asal usul virus corona atau Covid-19 yang pertama kali merebak di Wuhan pada Desember 2019 tampaknya mulai menemukan titik terang. Hasil penyelidikan World Health Organization (WHO) dan China menemukan penularan virus corona kemungkinan terjadi dari kelelawar ke manusia itu melalui hewan lain terlebih dahulu.

Laporan ini sekaligus juga menegaskan, kebocoran laboratorium sebagai penyebab penularan adalah sesuatu hal yang sangat tidak mungkin, dikutip dari Newser, Selasa (30/3/2021).

WHO

Para peneliti menuliskan empat skenario sebagai kemungkinan bagaimana munculnya virus. Peluang pertama ialah penularan dari kelelawar melalui hewan lain, yang mana ditunjuk menjadi kemungkinan penyebab terbesar.

Kemudian kemungkinan penyebaran virus melalui produk makanan, cold chain yang disebut bisa berpeluan namun kecil kemungkinannya. Kemudian selanjutnya disebutkan, ada virus yang sangat mirip ditemukan di hewan mamalia jenis lainnya, trenggiling dan bahkan kucing serta mink (carpelai) juga rentan menjadi carrier alias pembawa virus.

Virus Corona

Baca Juga : Intip Penampilan Raisa Berbalut Gaun Belahan Tinggi saat Duet dengan 3 Diva

Penemuan ini menjadi sedikit tambahan informasi baru, terkait bagaimana virus corona tersebut mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia. Walau masih banyak pertanyaan lain yang belum terjawab. Tapi laporan ini dikatakan menerangkan lebih banyak detail, tentang alasan di balik kesimpulan para peneliti. Tim penyelidik sendiri, mengusulkan penelitian lebih lanjut tetap dilakukan di setiap area, terkecuali dugaan soal adanya kebocoran laboratorium.

Associated Press diketahui menerima salinan dokumen penyelidikan tersebut dari seorang diplomat negara anggota WHO, yang mengatakan bahwa dokumen itiu sudah merupakan versi final.

Sementara itu, dari laporan Reuters, WHO melalui Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal, dikatakan akan siap mempublikasikan laporan tentang asal-usul virus corona yang sudah lama ditunggu-tunggu tersebut pada hari ini Selasa 30 Maret 2021.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini