Ingat Ya Bunda, Bayi Dibedong Hanya ketika Tidur

Antara, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 481 2386672 ingat-ya-bunda-bayi-dibedong-hanya-ketika-tidur-tqoVb68SQN.jpg Ilustrasi bayi. (Foto: Unsplash)

MEMBEDONG bayi (swaddling) adalah salah satu hal biasa dilakukan saat si buah hari baru lahir. Tapi ternyata sebaiknya bayi dibedong hanya ketika tidur, jangan setiap saat. Hal ini sebagaimana direkomendasikan dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Meirdhania Andina.

"Saat bayi tidur (dibedong) dan setelah dia bangun dilepas bedong, tujuannya supaya bayi bisa bebas explore (hal-hal di sekelilingnya)," jelas Meirdhania Andina, dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam diskusi virtual pada Selasa (30/3/2021), seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: 4 Cara Alami Menjaga Kesehatan Kulit Bayi 

Bunda juga sebaiknya membuka bedong bayi saat menyusui agar tangannya bisa mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya lebih bebas.

Bayi. (Foto: Jcomp/Freepik)

"Manfaatnya, memberikan rasa nyaman pada bayi, tidak kaget usai keluar dari rahim ibu, bayi mudah kedinginan makanya sering terjadi hipotermia. Kainnya bisa dari bahan soft, di daerah iklim dingin bisa agak lebih tebal, sementara bila tinggal di wilayah tropis pilih yang mudah menyerap keringat," kata dr Andina.

Baca juga: Ibunya Sudah Divaksin, Bayi yang Baru Lahir Ini Miliki Antibodi Covid-19 

Sebaiknya pilih kain yang terbuat dari bahan lembut dan agak tebal bila bayi tinggal di kawasan dingin serta bahan yang menyerap keringat apabila bayi berada di kawasan tropis.

Bunda tidak disarankan membedong bayi terlalu ketat atau bahkan terlalu longgar, terlalu membatasi gerak bayi. Lalu pertahankan posisi normal bayi yang tidak bisa terlalu lurus melainkan posisi kakinya terbuka keluar seperti katak sehingga tidak perlu ditarik karena bisa berisiko membuatnya cedera.

Saat ini ada bahan yang bisa menjadi pilihan untuk membedong selain kain yang biasanya digunakan dalam bedong tradisional. Salah satunya yang memudahkan tangan bayi bergerak.

Dokter Andina merekomendasikan bunda tidak lagi membedong bayi bila usianya sudah melebihi 2 bulan karena cenderung lebih aktif bergerak pada usia itu.

Baca juga: Bayi Anda Sulit Tidur di Malam Hari? Coba Tips Ini 

Khusus mengenai pengaturan tidur, bayi disarankan bisa satu ruangan dengan orangtuanya, namun di dalam boks khusus untuk memudahkan bayi lebih mandiri dan terbiasa tidur tanpa didampingi orangtua. Sebaiknya pilih kasur bayi yang tidak terlalu empuk, tak terlalu banyak barang di sekitarnya.

Bedong sendiri sebenarnya bermanfaat untuk memberikan rasa nyaman pada bayi. Dokter Claire McCarthy dari Harvard Medical School mengatakan bedong bisa membuat bayi merasa seperti berada kembali di dalam rahim dan terbukti membantu bayi tidur lebih nyenyak.

Lebih lanjut, menurut dia, membedong bayi untuk waktu yang singkat tidak masalah, tetapi apabila akan melalui banyak waktu siang dan malam dengan dibedong, pertimbangkan menggunakan kantung tidur yang memungkinkan kakinya bergerak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini