Cara Berbagi Peran dengan Pasangan di Rumah Tangga dari Psikolog

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 612 2386529 cara-berbagi-peran-dengan-pasangan-di-rumah-tangga-dari-psikolog-RLNvZ9SXli.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Meski rumah tangga dibangun berdua, namun pada kenyataan terutama di kalangan masyarakat Indonesia, pekerjaan rumah tangga dan anak-anak masih lebih banyak dipikul oleh wanita sebagai istri dan ibu.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan daring, tak ayal menambah stres para ibu di rumah. Mengingat, tak semua orang tua ataupun ibu bisa menjadi guru selayaknya guru profesional yang mengajar di sekolah.

Alhasil, pekerjaan rumah tangga sehari-hari, mengelola keuangan rumah tangga, mendampingi anak sekolah online, ditambah pekerjaan kantor sebagai karyawan professional untuk para ibu pekerja ini, pastinya membuat para ibu jadi kewalahan dan memicu stres serta kecemasan.

Keluarga Harmonis

Buktinya, dari laporan studi UN Women menunjukkan bahwa sebanyak 57persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan, akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi.

Baca Juga : Intip Penampilan Raisa Berbalut Gaun Belahan Tinggi saat Duet dengan 3 Diva

Baca Juga : Adu Gaya Amanda Manopo Vs Memes Prameswari, Siapa Lebih Memesona?

Di sinilah peran suami, sebagai pasangan dan juga ayah sangat dibutuhkan istri agar tanggung jawab dan beban istri di rumah. Lalu bagaimana caranya membagi peran dengan pasangan agar bisa seimbang di rumah?

Psikolog Tiara Puspita, M. Psi, menerangkan kunci utama untuk berbagi peran yang seimbang di rumah dengan pasangan adalah komunikasi bersama pasangan. Jika memiliki pasangan yang tidak berinisiatif bertanya apa kebutuhan sang istri, maka istri bisa langsung bercerita dan meminta bantuan secara terbuka.

“Kalau pasangan enggak inisiatif tanya butuh bantuan apa, ya kita ceritakan apa yang kita lakukan sepanjang hari dengan bilang, saya lelah saya harap kamu bisa bantu saya. Jadi awal komunikasi pakai ‘saya’ bukan ‘kamu’ sehingga pasangan tidak merasa disudutkan atau disalahkan dan justru membantu pasangan untuk menyadari kebutuhan kita,” jelas Tiara, dalam gelaran konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Tips kedua, ialah jangan meminta bantuan pasangan namun dengan kode-kode rahasia yang tidak jelas. Jika pesan yang kita sampaikan tak jelas, tak heran pasangan terkadang memang tidak peka bahwa Anda, sebagai istri dan ibu sedang meminta pertolongan dan mengharapkan kerjasama sebagai partner hidup.

“Minta bantuan secara terbuka, membagi waktu dan tugas secara terbuka dengan pasangan, terkadang pasangan tidak sadar bahwa kita butuh bantuan karena menggunakan ‘kode’ yang tidak dipahami. Nyatakan saya butuh apa, saya mengharap apa, saya ingin apa. Jadi bukan hanya menyuruh, berkomunikasi secara terbuka itu penting, jangan takut minta bantuan ke pasangan,” tegas Tiara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini