5 Manfaat Flexitarian Diet, Bisa Obati Radang Usus Lho

Antara, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 481 2386932 5-manfaat-flexitarian-diet-bisa-obati-radang-usus-lho-9WWFe4Rmsm.jpg Ilustrasi diet. (Foto: Freepik)

FLEXITARIAN diet adalah penerapan pola makan melalui pendekatan vegetarian yang lebih fleksibel dibanding pola makan vegetarian atau vegan lainnya. Pola makan flexitarian diet menyarankan pelakunya mengambil manfaat dari pola makan vegetarian tanpa sepenuhnya menghilangkan produk hewani dari makanan.

Flexitarian diet disebut juga dengan diet semi-vegetarian yang menekankan pada mengonsumsi makanan nabati dan sesekali memakan daging dalam jumlah sedang.

Baca juga: Ketahui Asal-usul Flexitarian Diet yang Dekat dengan Pola Makan Vegetarian 

Diet ini fokus pada mengonsumsi lebih banyak makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian sambil tetap menikmati daging dalam jumlah sedang. Lalu mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan serta membatasi tambahan gula dan permen.

Flexitarian diet ternyata bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja saja manfaat itu? Berikut penjelasannya, seperti dirangkum dari laman Boldsky.

Flexitarian diet. (Foto: Flexitarianfocus)

1. Membantu menurunkan berat badan

Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang kelebihan berat badan yang diberi lima pola makan nabati berbeda seperti pola makan vegan, vegetarian, pesco-vegetarian, semi-vegetarian, dan omnivora menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penurunan berat badan.

Studi pada 2015 lainnya melaporkan bahwa wanita pasca-menopause yang mempertahankan diet semi-vegetarian selama lebih dari 20 tahun memiliki berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan non-vegetarian.

2. Mengontrol tingkat tekanan darah

Diet flexitarian dapat membantu menstabilkan tingkat tekanan darah. Sebuah studi pada 2020 yang diterbitkan dalam The British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengikuti flexitarian diet dapat menurunkan tingkat tekanan darah dan BMI. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Flexitarian Diet, Solusi Diet Aman untuk Pasien Komorbid 

3. Mengurangi risiko diabetes

Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita pasca-menopause yang mengikuti diet semi-vegetarian untuk jangka panjang memiliki kadar glukosa dan insulin yang lebih rendah secara signifikan. Studi lain pada 2009 yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa risiko diabetes tipe 2 lebih rendah pada semi-vegetarian daripada non-vegetarian.

4. Dapat mengatasi kanker

Meningkatkan konsumsi buah, sayur, polong-polongan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian terbukti dapat mencegah kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa studi selama 7 tahun pada kasus kanker usus besar pada 78.000 orang menemukan bahwa semi-vegetarian 8 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena kanker usus besar dibandingkan dengan non-vegetarian.

Baca juga: Pertebal Imunitas Tubuh, Coba Flexitarian Diet Deh 

5. Mengobati penyakit radang usus (IBS)

Sebuah penelitian melaporkan bahwa diet semi-vegetarian efektif dalam mencegah kekambuhan gejala pada pasien dengan radang usus (IBS). Studi lain menyimpulkan bahwa meningkatkan asupan serat makanan melalui diet semi-vegetarian dapat digunakan sebagai pengobatan pendukung untuk pasien dengan penyakit Crohn.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini