Waduh, Polusi Bikin Senjata Pria Mengecil

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 481 2387165 waduh-polusi-bikin-senjata-pria-mengecil-UOD0lVeFaj.jpg Polusi udara (Foto: NRDC)

Bahan kimia beracun seperti polusi memberi dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Bukan hanya merusak tubuh dengan penyakit yang ditimbulkan, tetapi studi terbaru mengungkapkan bahwa polusi mengecilkan ukuran senjata pria.

Tidak hanya memengaruhi ukuran Mr P, polusi juga menurunkan kualitas sperma dan kesuburan pada perempuan. Hal ini tentu berbahaya karena banyak dari kita yang bahkan sudah bersahabat dengan polusi.

 pria

Dokter Shanna H. Swan, seorang epidemiolog lingkungan dan reproduksi mengungkapkan fakta mengenai hal itu dalam bukunya yang berjudul 'Count Down: How Our Modern World Is Threatening Sperm Counts, Altering Male and Female Reproductive Development, and Imperiling the Future of the Human Race'.

Diketahui, Dr Swan juga pernah terlibat dalam studi yang dilakukan pada 2017 mengenai tren jumlah sperma dan studinya kala itu mencatat bahwa terjadi penurunan drastis jumlah sperma pada pria antara 1973 hingga 2011.

"Jadi, bahan kimia yang ada di lingkungan kita dan praktik gaya hidup yang tak sehat di dunia modern mengganggu keseimbangan hormonal, itu menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada sistem reproduksi," kata Dr Swan, dikutip dari New York Post.

Fakta lain yang dia temukan adalah kelompok perempuan dengan rerata usia dua puluhan di berbagai negara mengalami penurunan masa subur akibat bahan kimia beracun dibandingkan neneknya yang berusia 35 tahun.

Tidak hanya itu, polusi dan bahan kimia membuat volume testis berkurang, kualitas sperma memburuk, dan ukuran Mr P menjadi lebih kecil.

Salah satu penyebab terbesarnya adalah ftalat atau bahan kimia yang ditemukan dalam segala benda di kehidupan modern seperti saat ini seperti makeup hingga makanan. Bahan kimia ftalat tersebut yang diduga menjadi biang keladi dari menurunnya kesuburan hingga gairah seks manusia saat ini.

"Kami menemukan hubungan yang cukup jelas antara ftalat yang ada di tubuh perempuan dengan kepuasaan seksual mereka. Hasilnya, semakin tinggi kadar ftalat, semakin besar risiko kehilangan gairah dalam berhubungan seks," kata dr Swan.

Tidak hanya ftalat, bahan kimia yang menjadi perhatian pada penelitian dr Swan adalah paraben, atrazin, dan BPA -bisphenol A. Bahan-bahan kimia tersebut pun diketahui mendatangkan keburukan bagi hidup manusia saat ini.

"Di China, pekerja yang terpapar BPA tinggi, diketahui dari kadar BPA dalam darah, cenderung memiliki masalah seksual, termasuk hilangnya hasrat bercinta," tambah dr Swan.

Hal ini diperburuk oleh kondisi bayi-bayi generasi sekarang sudah mulai terpapar saat di dalam kandungan. Sehingga ketika dilahirkan, bayi-bayi yang ketika ibunya hamil terpapar bahan kimia berbahaya, membawa masalah itu bahkan sejak dia belum dilahirkan.

"Ini yang menyebabkan manusia sekarang mengalami penurunan kesuburan pun kualitas spermanya," ungkap dr Swan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini