5 Tanda Anak Jadi Korban Bullying, Lebih Peka Yuk Moms!

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 612 2387090 5-tanda-anak-jadi-korban-bullying-lebih-peka-yuk-moms-xGqRegxcqA.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Penindasan atau bullying mengacu pada perilaku agresif, disengaja, dan kejam. Bisa fisik, verbal, emosional, rasis atau bahkan seksual. Akhir-akhir ini, kasus penindasan di dunia maya sedang meningkat.

Bullying bisa terjadi pada orang dewasa, maupun anak-anak. Terlebih, sistem senioritas yang sering diaplikasikan di sekolah bisa membuat anak-anak lebih rentan menjadi korban bullying baik oleh kakak kelas, maupun teman sekelasnya.

Karenanya, sebagai orangtua, Anda harus lebih waspada untuk mengetahui apakah anak Anda menjadi korban bullying di lingkungan teman-temannya atau tidak. Karena menjadi korban bullying dapat menimbulkan depresi yang akan terbawa hingga dewasa. Karenanya, melansir Times of India, berikut tanda-tanda yang bisa mengidentifikasi bahwa anak Anda menjadi korban bullying.

Sering mimpi buruk

Anak Tidur

Anak-anak yang diintimidasi dapat berubah menjadi kurang tidur dan sering mengalami mimpi buruk. Mereka mungkin juga kesulitan mengelola kebersihan pribadi. Jika anak Anda terlihat lelah dan tidak bisa tidur seperti biasanya, periksalah.

Pulang dengan luka memar atau bekas luka

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda tekanan fisik atau cedera, hal itu harus segera diperiksa. Luka, memar, pakaian robek adalah tanda-tanda khas dari penindasan. Penindasan, untuk anak-anak yang lebih besar, juga bisa berubah menjadi tindakan menyakiti diri sendiri dan pelecehan.

Baca Juga : 6 Foto Prewedding Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar di GBK Bikin Syok!

Baca Juga : 5 Potret Seksi Ranty Maria Bikin Rayn Wijaya Jatuh Cinta

Perubahan perilaku dan kepribadian

Jika Anda mengamati perubahan perilaku anak Anda yang tidak biasa, pertimbangkan untuk berbicara. Anak-anak yang diintimidasi mungkin sering menarik diri dari interaksi, waktu bermain, dan enggan berada di dekat teman. Mereka mungkin juga sering merasa sulit untuk berbicara dan diam.

Prestasi yang menurun

Anak Tidur

Penindasan dapat mempersulit anak untuk berkonsentrasi secara akademis. Hilangnya minat tiba-tiba di sekolah, nilai yang buruk atau menurun bisa menjadi alasan untuk khawatir.

Mengeluh sering sakit kepala dan sakit perut

Jika seorang anak diganggu, dia secara alami berada di bawah banyak tekanan. Stres dan kecemasan dapat mempengaruhi tubuh mereka dan termasuk rasa sakit. Biasanya, kecemasan yang berlarut-larut dapat menyebabkan sakit kepala dan perut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini