Pentingnya Melestarikan Kebaya sebagai Busana Nasional Indonesia

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 194 2387932 pentingnya-melestarikan-kebaya-sebagai-busana-nasional-indonesia-k0Y9jXR20A.jpg Kebaya (Foto:JFFF)

Kebaya merupakan fashion bangsa Indonesia sejak zaman dulu. Bahkan pada tahun 1940 sudah ditetapkan sebagai busana nasional Indonesia. Meski pada awalnya kebaya memang dimonopoli oleh budaya Jawa.

Namun kenyataannya, kebaya telah menjadi pakaian yang umum dikenakan perempuan diseluruh nusantara.

 Desainer Musa

Desainer Musa Widyatmodjo menjelaskan, kata kebaya awalnya diduga berasal dari bahasa Arab, yaitu 'abaya', yang berarti pakaian. Namun ada juga pendapat yang menyebutkan kebaya berasal dari negeri Tiongkok dan sudah dikenal dan dikenakan sejak ratusan tahun yang lalu.

Jenis pakaian kebaya, terang Musa, kemudian menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian kebaya akhirnya diterima dalam adab budaya dan norma masyarakat setempat.

"Kebaya juga sebagai salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia. Terbukti hampir diseluruh belahan nusantara memiliki ragam kebaya hanya berbeda sebutan atau desainnya namun pakem kebaya tetap ada dan selalu sama dimana-mana," ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Saat ini Kebaya kembali mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah Indonesia seiring tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia. Hal ini ditandai dengan maraknya kemunculan berbagai komunitas perempuan yang bertujuan mengangkat kembali kebaya sebagai busana tradisional kebanggaan Indonesia, yang dapat digunakan di dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Bahkan kebaya sering dipakai di acara-acara penting, termasuk pernikahan maupun acara resmi lainnya.

Ketua Panitia Kongres Berkebaya Nasional (KBN) 2021 Lana T Koentjoro menambahkan, kebaya merupakan bagian dari budaya bangsa yang sangat penting oleh karena itu dilaksanakan Kongres Berkebaya Nasional.

Menurut Lana, tujuan KBN yang pertama, untuk memperkuat gerakan pelestarian budaya khususnya busana tradisional Indonesia, melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi muda. Tujuan berikutnya adalah untuk mendapatkan pengakuan dunia (UNESCO), dengan cara mendaftarkan kebaya sebagai warisan tak benda asal Indonesia.

Kedua, lanjut Lana, kongres bertujuan mendorong pemerintah untuk menetapkan Hari Berkebaya Nasional sehingga tahap berikutnya dapat merancang program peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui produksi dan pemasaran kebaya. "Ini sekaligus mempromosikan nilai kebaya sebagai busana kebanggaan bangsa Indonesia."

KBN 2021 sendiri dilaksanakan 5-6 April 2021 secara daring yang diikuti oleh para wakil organisasi politik, sosial, profesi, akademisi, atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan tentang perlestarian kebaya sebagai elemen budaya Indonesia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini