Mau Jadi Chef? Jangan Cuma Jago Masak Loh

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 298 2387992 mau-jadi-chef-jangan-cuma-jago-masak-loh-3EVvOXx8n2.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BIDANG industri kuliner kini semakin populer dan banyak diminati oleh anak muda. Generasi muda pun ingin menjadi chef, sehingga mau sekolah sampai ke jenjang kuliah.

Seperti halnya para siswa SMK PGRI 2 Kudus. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, dapur restoran juga menjadi tempat belajar mempraktikkan ilmu memasak, membuat kue, meracik minuman, dan berbagai hidangan spesial.

Menurut Chef William W Wijaya, Chef de Cuisine Paulaner Brauhaus, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, ada bekal utama seorang pelaku industri kuliner agar sukses di masa mendatang. Sejak dini hal itu bisa didapatkan, apalagi bagi yang menekuni dunia kuliner di bangku sekolah.

“Pertama, mereka harus memiliki passion di dunia kuliner. Kedua, harus memiliki positive attitude. Ketiga, harus bisa bekerja dalam situasi apapun,” ujar Chef William.

Baca Juga: Cute! Mikhayla Bakrie Masak Kue Khusus untuk Anniversary Pernikahan ke-11 Nia Ramadhani

Di samping itu, kalau memang ingin sukses di dunia kuliner, juga ada hal lain yang harus dimiliki, yakni visioner.

masak

“Pikiran harus satu langkah lebih maju, dalam pengertian tempatkanlah diri mereka dengan pola pikir dan kemampuan di atas posisi yang sebenarnya," imbuh dia.

Misalnya, seorang karyawan biasa harus menempatkan diri sebagai seorang assistant supervisor, demikian juga seorang Assistant Supervisor harus berpikiran dan punya kemampuan seperti seorang supervisor, terus begitu.

"Jadi bisa memacu dirinya lebih, dengan begitu bisa berkembang lebih cepat di dunia kuliner,” lanjutnya.

Selanjutnya, kata Chef William, seorang calon chef juga harus memiliki target yang jelas, baik target dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka waktu panjang. Supaya mereka lebih giat belajar dan bekerja.

“Seorang chef juga tidak hanya bisa memasak, tapi juga harus memiliki soft skill, serta bisa berkomunikasi yang baik dengan sesama tim satu departemen atau dengan departemen lain.

Selain itu juga harus memiliki conceptual skill, artinya harus selalu punya ide-ide kreatif di bidang kuliner. Karena dunia kuliner selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman,” ujar Chef William.

Sementara itu, Perwakilan Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma menambahkan, kompetensi industri kuliner cukup bersaing belakang. Karenanya, komunikasi dan soft skill perlu dikembangkan.

"Jadi mereka tidak hanya bisa memasak,  tapi juga memiliki kemampuan untuk mengkreasikan menu masakan, bekerja sama dalam tim."

"Berkomunikasi secara profesional dengan pelanggan, hingga bersikap gigih dan tangguh dalam bekerja sebagai bekal menjadi tenaga kerja terampil di dunia industri juga sangat diperlukan," tutup Galuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini