Share

Gigi Sensitif, Bisa Jadi karena Pola Makan dan Penyakit yang Diderita

Antara, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 481 2387653 gigi-sensitif-bisa-jadi-karena-pola-makan-dan-penyakit-yang-diderita-1V9vDYYKMu.jpg Ilustrasi mengalami gigi sensitif. (Foto: Stockking/Freepik)

GIGI sensitif bisa dialami siapa saja. Kondisi ini bisa terjadi akibat mineral gigi terkikis atau disebut demineralisasi. Demineralisasi terjadi karena sejumlah faktor, salah satunya pola makan yang terlalu banyak mengonsumsi hidangan bersifat asam.

Mineral adalah salah satu elemen utama yang ada pada gigi dan penting untuk pembentukan kesehatan gigi. Bahkan, email yang menjadi lapisan terluar gigi memiliki persentase mineral terbesar, dibanding bagian tubuh lainnya yaitu 95 persen. Inilah alasan peran mineral terhadap kesehatan gigi sangat penting.

Baca juga: Bleaching Gigi Sebabkan Rasa Ngilu, Apa Solusinya? 

Konsumsi infused water dengan campuran potongan buah seperti jeruk atau lemon yang berlebihan bisa menjadi salah satu pemicu hilangnya mineral gigi. Minuman ini dinilai bisa memicu demineralisasi atau larutnya mineral dari gigi sehingga munculah masalah gigi sensitif.

"Konsumsi infused water yakni campuran air putih dengan rendaman potongan buah. Biasanya potongan buah yang dipakai jeruk, lemon, dan apel. Kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan terjadinya faktor yang memicu demineralisasi atau larutnya mineral dari gigi sehingga timbulah masalah gigi sensitif," kata dokter spesialis prostodonsia Andy Wirahadikusumah dalam konferensi pers virtual, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/3/2021).

Ilustrasi gigi sensitif. (Foto: Pch Vector/Freepik)

Sama dengan infused water, minuman berkabonasi dan sport drink yang juga akan meningkatkan keasaman dalam rongga mulut serta menyebabkan proses hilangnya mineral gigi lebih cepat.

Pola makan berbasis sayuran dan buah pun bisa menjadi masalah apabila menggunakan bahan yang sifatnya asam seperti lemon, jeruk, dan cuka (biasanya dicampur dengan salad).

Baca juga: 5 Cara Alami Redakan Sakit saat Gigi Bungsu Tumbuh 

Kendati begitu, bukan berarti tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman ini. Andy menyarankan membatasinya sambil mempertahankan upaya menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi teratur.

Selain pola makan, demineralisasi pada gigi juga bisa terjadi akibat bertambahnya usia, faktor hormon saat masa kehamilan, penyakit sistemik seperti GERD, yakni saat asam lambung naik ke rongga mulut dan menyebabkan rongga mulut lebih asam, serta cara menyikat gigi yang salah atau terlalu kuat.

Laman Healtline mencatat faktor penyebab lainnya juga bisa karena kondisi yang menyebabkan sering muntah, termasuk gastroparesis dan bulimia, yang dapat menyebabkan asam mengikis enamel gigi.

Resesi gusi bisa juga membuat bagian gigi terbuka dan tidak terlindungi. Kemudian kerusakan gigi, gigi patah, hingga mahkota yang aus dapat menyebabkan dentin gigi terbuka, menyebabkan sensitivitas.

Baca juga: Perawatan Gigi Penting saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya 

Pada gigi mengalami proses demineralisasi, pori-pori atau dinamakan tubulus dentin yang biasanya tertutup menjadi terekspos. Pori-pori ini terhubung dengan saraf-saraf pada gigi. Jadi, apabila ada tekanan atau pemicu seperti makanan yang panas atau dingin maka akan menimbulkan rasa nyeri tajam atau ngilu yang dikenal sebagai gigi sensitif.

Angka kejadian gigi sensitif di Indonesia sendiri merujuk pada studi IPSOS 2018 terjadi pada 1 dari 5 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini