Studi: Tidur Cukup Terbukti Turunkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 481 2387848 studi-tidur-cukup-terbukti-turunkan-risiko-terinfeksi-covid-19-hB1KaTBonT.jpg Ilustrasi tidur. (Foto: Freepik)

SEBUAH studi mengungkap fakta tidur cukup di malam hari terbukti turunkan risiko terinfeksi covid-19, bahkan bisa mencegah penyakit yang lebih parah. Studi ini melibatkan lebih dari 2.800 tenaga kesehatan di enam negara yang secara rutin berada di lingkungan tinggi paparan covid-19.

Jadi, setiap jam tambahan tidur yang didapat para tenaga kesehatan pada malam hari menurunkan 12 persen risiko infeksi covid-19. Sementara itu, nakes yang melaporkan kelelahan memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Bantal yang Bisa Bikin Tidur Makin Nyenyak, Ada dari Bulu Lho 

Pada kelompok tenaga kesehatan yang kurang tidur pun diketahui bahwa mereka cenderung tetap sakit untuk jangka waktu yang lebih lama ataupun lebih parah kondisinya.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)

"Kurang tidur, masalah tidur yang parah, dan kelelahan menjadi faktor risiko nakes terpapar covid-19," kata Steven Holfinger, pakar obat tidur di The Ohio State University Wexner Medical Center, seperti dikutip dari laman HuffPost, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Waspada 6 Bahaya Kurang Tidur Selama Pandemi Covid-19 

Ia memiliki beberapa catatan yang mesti diperhatikan terkait studi ini. Pertama, studi tidak menjelaskan secara jelas apa alasan nakes kelelahan; kedua, kondisi pandemi covid-19 yang makin luas dengan ditemukannya beberapa varian baru seharusnya menjadi perhatian peneliti juga untuk menilai studi mereka.

Meski begitu, memang ada hubungan yang jelas antara kualitas tidur yang baik dengan risiko terpapar covid-19. Hal ini ditunjukkan oleh studi kecil di China yang menemukan bahwa orang yang tidak banyak tidur dalam seminggu sebelum terpapar covid-19 tampaknya memiliki hasil yang lebih parah.

Para peneliti juga mengeksplorasi kemungkinan melatonin, hormon yang memiliki peran penting dalam siklus tidur dapat membantu mencegah covid-19.

Sekali lagi, menilai studi semacam ini harus hati-hati dalam berinterpretasi. Tidur nyenyak secara teratur bukanlah satu-satunya hal yang diperlukan untuk mencegah covid-19 karena Anda tetap harus memerhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Ini Waktu Tidur yang Dibutuhkan Setiap Harinya Berdasarkan Usia 

Tapi, tidur merupakan faktor penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Sehingga, bagaimanapun tidur memiliki peran cukup krusial dalam menentukan kebugaran tubuh seseorang.

Tidur. (Foto: Gpointstudio/Freepik)

"Saat tubuh melawan infeksi, kita secara otomatis melepas sitokin yang mendorong tidur. Ini yang membuat orang sakit mau tidur terus," jelas Holfinger.

Baca juga: Sehari Tidur 10 Jam Lebih, Apakah Berbahaya? 

"Kami pun berasumsi bahwa ini bermanfaat bagi sistem kekebalan untuk melawan infeksi. Jadi, hipotesis saat ini adalah bahwa tidur bermanfaat bagi kesehatan kekebalan tubuh," tambahnya.

"Ingat, mendapatkan tidur yang berkualitas tidak hanya membantu sistem kekebalan tetapi juga membantu kualitas hidup secara keseluruhan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini