Bolehkah Divaksin dengan 2 Merek Berbeda? Ini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 481 2387930 bolehkah-divaksin-dengan-2-merek-berbeda-ini-penjelasan-dokter-Wdfm5symp1.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH Indonesia telah mendatangkan dua macam vaksin covid-19 yakni Sinovac dan AstraZeneca. Lalu apakah seseorang bisa divaksin menggunakan dua merek vaksin yang berbeda?

Dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan kedua vaksin tersebut sama-sama efektif membentuk antibodi sehingga mampu melawan covid-19.

Baca juga: Rusia Resmi Daftarkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan 

Meski demikian, vaksinasi covid-19 tidak boleh dilakukan dengan vaksin berbeda. Oleh karena itu, seseorang harus disuntik dengan vaksin jenis yang sama sesuai SK Dirjen Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Kemenkes Nomor HK.02.02/4/1/2021 yang dirilis pada 18 Februari 2021.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

"Jadi kalau pertama kali disuntik dengan Vaksin Sinovac, maka yang kedua kali harus disuntik dengan vaksin yang sama. Jadi, enggak boleh kita campur-campur," terang dr Fajri, seperti dikutip dari unggahan di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Vaksin Pfizer Diklaim 100% Efektif Lindungi Remaja 12-15 Tahun dari Covid-19 

Ia menjelaskan, uji klinis setiap vaksin berbeda sehingga cara kerjanya pun akan berbeda satu sama lain. Cara kerja vaksin berbeda dan belum tentu nantinya kekebalan yang dihasilkan juga sama.

"Jadi kita harus disuntikkan dengan vaksin yang sama. Mungkin yang pertama itu basisnya adalah protein atau gen yang disisipkan ke adenovirus, dan yang satu lagi adalah virus mati," jelasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini